Selasa, 13 Agustus 2013

kunang-kunang

aku ingin kamu mengingat kita dalam-dalam pelukan
sambil kita melayari bulan
dan matamu yang sedang purnama
mengangkasa dalam-dalam ingatan
aku sering membayangkan kita sebagai kunang-kunang
di malam bulan tersamarkan
kita adalah satu-satu penerangan
bersama kita adalah garis-garis cahaya tanpa aturan
menari-nari di bawah samar-samar bintang
lalu jatuh cinta pada remang-remang

Jumat, 26 Juli 2013

Kata dan Kata

Aku ingin menulis kamu dalam kata yang aku tulis pagi ini
Menciptakan kamu dari kata adalah perkerjaan sulit
Bagian paling sulit adalah merangkaimu menjadi kekata
Atau mencari satu persatu kata untuk menjadi dirimu

Aku ingin menulismu dalam kata rindu
Adalah aku yang meminum rindu itu
Disetiap tegukannya ada sesuatu serasa nafasmu
Mengisi kekosongan-kekosonganku

Aku ingin menulismu dalam puisi ini
Ada ribuan kata yang berusaha diucapkan mataku
Tentang bagaimana puisi ini terjadi
Lalu bagaimana puisi ini jatuh cinta pada kata-katanya sendiri

Soppeng, Jum’at 26 Juli

Kamis, 06 Juni 2013

Sebuah puisi untuk perempuan yang jauh

Dimulai pada sepohon rimbun rindu
Akarnya menghujam ke tanah menghasilkan buah-buah
Angin menerbangkan air matanya
Batang-batangya adalah tangan yang memiliki mata
Daun-daunnya adalah sebuah surat cinta
Aku selalu kesulitan merangkainya
Kukirim sedikit rindu untuk menenangkannya

Sepohon rimbun rindu
Ia memelukku dari jauh
Mengirimkan salam melalui angin dengan bau

Makassar, May 24, 2013

Jumat, 10 Mei 2013

Kita adalah Bunga

Kita adalah bunga-bunga yang terlanjur mekar
Sebab cinta sudah menjadi akar

Bunga manapun akan memilih untuk mekar di senja yang masih muda
Waktu yang paling tepat untuk jatuh cinta

kelopak bunga yang satu persatu diterbangkan angin
Mereka berdoa agar dipertahankan
Karena kelopak bunga yang sendirian itu terlalu menyedihkan

Pada sisa-sisa kelopak bunga yang masih bertahan di kala hujan
Dia berdoa agar diberi keabadiaan


Makassar, 22 maret 2013

Senin, 29 April 2013

Sabtu, 30 Maret 2013

Rapi atau tidak Rapi



Pernah ada seorang teman yang bertanya .
andaikan kamu adalah direktur sebuah perusahaan besar, maukah kamu menerima pelamar kerja yang hanya menggunakan kaos oblong, sandal jepit, dan celana robek-robek ketika melakukan wawancara kerja?”

Dan pada saat itu saya menjawab.

“yah, tentu saja akan saya terima kalau dia berkualifikasi pada pekerjaannya”

Jumat, 01 Maret 2013

Syair Yang Kupungut Ketika Hujan

kamu adalah luka yang dititipkan angin
Seperti ketika air menyentuh luka yg terbuka sejuk tapi pedih
Lalu di mataku yang gersang mengalir hujan
Mendambakan matamu yang teduh


Kalau cinta ibarat pohon
Kita barangkali adalah pohon yg terlanjur tumbuh besar kemudian  mati
Lalu di musim yg sudah senja daun terakhir pohon itu diterbangkan angin


Aku jatuh cinta pada puisi yang kubuat tentang kita
Bait-baitnya adalah kata yang kupungut dari luka
Kata-katanya adalah huruf yang mengalir dari mata
Huruf-hurufnya berasal dari cinta
 


Apakah aku seperti  Halte untukmu ?
Hanya singgah sebentar lalu pergi ke tujuanmu yg lain
Atau tempatmu menunggu hingga hujan benar-benar reda
Walau sebentar tapi aku bahagia


Beberapa puisi barangkali tidak semestinya saling mengenal
Setiap malam kita  membacakan puisi-puisi kita
Lalu puisi-puisi kita mulai jatuh cinta
Kamu tidak tahu betapa besarnya kata bisa saling memiliki
Sampai akhirnya hujan menghapus sebagiannya
Dan akhirnya puisi kita berusaha saling melupakan

Kamis, 21 Februari 2013

Dunia Dunia (1)



“Seandainya saya tahu kamu akan menyakiti saya sedalam ini, saya tidak akan pernah mau mengenalmu” 

Di dunia ini  kamu bisa memilih untuk tidak mengetahui sesuatu yang tidak ingin kamu ketahui. Bukan melupakan, tapi memilih untuk tidak mengetahui.
 
“aku tidak pernah mau menyakiti kamu, tapi cinta bukan sesuatu yang bisa aku kendalikan”

Ketika mengalami hal-hal yang menyakitkan. Kamu bisa kembali ke saat dimana kamu mengetahui hal tersebut dan memilih untuk tidak mengetahuinya. Jangan tanyakan mengapa. Hukum Alam dunia ini berbeda dengan hukum alam di dunia lain. 

Selasa, 05 Februari 2013

5 Permintaan Maaf dan Sebuah Ucapan Terima Kasih



Biarkan aku mulai dengan mengatakan bahwa surat ini aku usahakan ditulis dengan menggunakan kata yang sesedikit mungkin menyakiti perasaanmu. Surat ini hanya berisi empat buah permintaan maaf dan sebuah ucapan terima kasih.

Pertama, maaf untuk kesempurnaan yang dulu pernah aku janjikan padamu, nyatanya kamu memang sempurna untukku, tapi aku adalah kecacatan untukmu. 

Kedua, maaf untuk air matamu yang terlalu sering aku tumpahkan. Kau tahu aku selalu ingin menangkapnya sesering kamu menjatuhkannya. Kamu perlu tahu, Senyummu selalu lebih indah sehabis menangis.

Sabtu, 02 Februari 2013

Take Me Out


Take Me Out. Sebuah acara yang mempertemukan banyak wanita dengan beberapa pria. Dimana wanita-wanita yang katanya cantik dan sebagian besar mungkin  berasal dari kalangan atas memilih apakah mereka akan berkencan dengan pria-pria yang  sebagian besar rupawan dan mungkin sebagian besar dari mereka juga mapan.  Sebuah acara yang mempertemukan pria-pria dan wanita-wanita yang sepertinya kurang beruntung dalam percintaan. 
Walaupun sebenarnya cerita tadi tidak berhubungan sama sekali dengan acara itu, maksudnya, aku tidak sedang ikut, atau menginginkan ikut dalam acara itu sama sekali. Bagian yang ingin kutekankan adalah kami sama-sama kurang beruntung dalam cinta, dan mungkin bukan kurang beruntung lagi, malahan tidak beruntung sama sekali dalam percintaan.
Sejauh ini, dengan rekor 23x Ditolak pas nembak, 14x ditolak sebelum nembak, dan 18x ditolak sebelum PDKT(terhitung dari SMP kelas 1). Sepertinya aku sudah memecahkan semua rekor sebagai bujang paling menyedihkan sepanjang sejarah dunia perbujangan di Indonesia.
Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa. Aku pun bertanya-tanya kenapa. Tapi sudahlah, pertanyaan kita barangkali tidak akan pernah terjawab. 

Sabtu, 26 Januari 2013

Beberapa Cemburu Yang Sehat

Ketika mendapati sebuah tulisan yang bagus, aku kadang cemburu dengan betapa tidak bisanya tulisan-tulisanku menyamai tulisan tersebut. Entah sudah berapa banyak kepala yang ingin aku kawini. Mungkin kepalamu juga adalah salah satunya.   

*
Barangkali cemburu itu sehat. Kamu pasti pernah mendapati beberapa orang yang sepertinya memang ditakdirkan untuk bersama. Ada semacam ketidaktahuan mengapa beberapa pasangan kelihatan begitu padan.  Kadang tanpa sadar aku berkata “Mereka terlihat cocok bersama”  walaupun sebenarnya apa yang aku pikirkan adalah kenapa mereka bukan kita.

*
 Cemburu barangkali memang sehat. Tanganku ingin menjemput air matamu sesering kamu menjatuhkannya. Menangis juga sehat, ketika sedih saya ingin menangis. Ketika kamu menggengam tangan orang lain juga. Mungkin Tuhan membuat air mata dari air agar bisa dihapus dengan mudah. Agar ketika kita bertemu lagi kamu tidak perlu tahu apa-apa.

*
Saya Cemburu dengan betapa tegar senyuman yang ibu kembangkan. Kehidupan adalah  roda yang terus berputar tapi di bagian manapun roda kami berada. Ibuku adalah poros yang membuatku tetap tersenyum. Aku ingin sekali mencuri rahasia ketegaran ibuku. Setidaknya, untuk persiapan kalau-kalau kita bertemu di jalan.

Makassar, 26 Januari 2013

Selasa, 15 Januari 2013

SMS_SMS



Tidak pernahkah kamu bosan berkata “aku cinta kamu” ? Kau pernah berkata  “sejatinya cinta itu dari nol kemudian bergerak sedikit demi sedikit naik. Bukan dari seratus lalu merangas jatuh seperti daun di musim gugur”

Lalu kamu berkata lagi “aku cinta kamu”. Ini sudah hari ke-4 sejak pertemuan pertama kita di acara ulang tahun temanku. Hari itu aku berpakaian batik biru dengan lambing club bola favoritku, dengan celana kain berwarna hitam dan sepatu mengilat. Katamu kau ingat benar, gigi ginsul yang sudah menawan hatimu. Aku tidak ingat kamu berada di sana atau apa yang kamu pakai.

Hari ke 10, smsmu pagi tadi “ aku cinta kamu”, aku sempat berpikir, kenapa kamu tidak pernah menyerah. Kamu tahu perndapat orang-orang tentang perempuan yang mengejar-ngejar laki-laki kan?
“bukankah cinta harus diperjuangkan ?” balasan smsmu beriring emoticon dengan senyuman tipis. Senyuman yang penuh harap.

Selasa, 01 Januari 2013

Dunia Ibuku (duniaku)


Dunia yang ingin aku pulangi adalah pelukan ibuku
Dunia Semerbak minyak kayu putih
Seharum kasturi

Dunia yang ingin aku pulangi adalah mata ibuku
Dunia tangis air mata darah, gelap, dalam, tak berujung
Seperti kasih sayang

Seperti jatuh cinta pada pandangan pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya
Ibuku belum mengenalku tapi sudah jatuh cinta padaku
Barangkali seperti itulah seharusnya cinta
Tak berbalas, tak berbias, tak terbatas

Dunia yang ingin aku pulangi adalah senyum ibuku
Bulan yang selalu ku minta untuk dia ambilkan

Adakah dunia itu bisa aku pulangi nanti..