Selasa, 15 Januari 2013

SMS_SMS



Tidak pernahkah kamu bosan berkata “aku cinta kamu” ? Kau pernah berkata  “sejatinya cinta itu dari nol kemudian bergerak sedikit demi sedikit naik. Bukan dari seratus lalu merangas jatuh seperti daun di musim gugur”

Lalu kamu berkata lagi “aku cinta kamu”. Ini sudah hari ke-4 sejak pertemuan pertama kita di acara ulang tahun temanku. Hari itu aku berpakaian batik biru dengan lambing club bola favoritku, dengan celana kain berwarna hitam dan sepatu mengilat. Katamu kau ingat benar, gigi ginsul yang sudah menawan hatimu. Aku tidak ingat kamu berada di sana atau apa yang kamu pakai.

Hari ke 10, smsmu pagi tadi “ aku cinta kamu”, aku sempat berpikir, kenapa kamu tidak pernah menyerah. Kamu tahu perndapat orang-orang tentang perempuan yang mengejar-ngejar laki-laki kan?
“bukankah cinta harus diperjuangkan ?” balasan smsmu beriring emoticon dengan senyuman tipis. Senyuman yang penuh harap.

Aku sempat khawatir kenapa hari ini kamu tidak menelponku sekedar mengucapkan “aku cinta kamu” sperti yang sudah kamu lakukan 22 hari sebelumnya. “pulsaku telat masuk” smsmu kemudian. Setelah hari ini pun kamu belum menyerah. Aku mulai kasihan. “sayang, kamu tahu darimana kasih sayang itu, pertama itu dari kata kasihan lalu kemudian menjadi sayang, maka jadilah kasih sayang”


"Aku rasa kamu sudah tahu apa yang ingin aku katakan hari ini
Yah, perasaanku masih sama seperti yang kemarin
Tidak bertambah dan tidak berkurang, masih sama
Kamu tahu apa yang berbeda hari ini ?
Aku akhirnya memutuskan besok untuk tidak mengungkapkan apa yang kurasakan
Bukankah cinta tidak harus diucapkan ?
Aku bukan menyerah mencintaimu
Aku hanya tidak mau melukai diriku terlampau dalam lagi
Mungkin suatu hari aku akhirnya dengan berani bisa mengatakan
“aku pernah mencintaimu” atau mingkin  tidak ?
Sudah terlalu panjang untuk sebuah sms barangkali, mungkin akan terpotong atau terkirim dalam 3 sms beruntun
Sampai ketemu di dimensi lain dimana tabrakan-tabrakan kosmik membentuk takdir untuk menyatukan kita"


Entah hari ke berapa, aku tidak menghitung lagi, tanpa sengaja aku mengingatmu, kurasa bahkan kamu tidak bisa benar-benar memprediksikan kapan cinta akan muncul dalam diri seseorang.



9 komentar: