Sabtu, 25 Oktober 2014

Anak kecil yg berkejaran di bawah hujan

Layaknya anak kecil yg dilarang bermain hujan
Kita bersedih karena hujan turun
Begitu deras
Aku melihatmu dari jendelaku yg dirintiki hujan
Aku sering mengulurkan tangan keluar jendela berusaha menangkap
menampung sebanyak yg ku bisa
Lalu aku sadar bahwa tangan adalah bendungan yg begitu kecil

Sabtu, 18 Oktober 2014

Bagaimana kami menghabiskan malam minggu

Seperti malam-malam yang sebelumnya
Kamu akan menghabiskan malam ini di beranda
Lalu aku akan menghabiskan malam ini di antara lampu kota

Ini adalah adegan yang berulang
Dalam episode tidak  terhitung

Pada adegan itu aku  lelakimu
Engkau kekasihku
Kita adalah sepasang yang terpisah jarak ribuan
Antara pandangan matamu di beranda dan  aku  di jalan

Hening adalah bahasa yang hanya kita yg mengerti
Jarak hanyalah ilusi
Dan ini dejavu yang berulang lagi

Sperti malam-malam sebelumnya
Aku membawa pulang  rindu
Engkau mengirim senyum dari beranda

Jumat, 10 Oktober 2014

Lelaki yang begitu suka mencintai diam-diam

Coklat matamu adalah tempat paling nyaman untuk kutempati singgah
Kamu mengingatkanku pada orange senja
Hijau daun yang gugur di kepala kita
Jemari kita yang serupa kancing kemeja
Ingatan yang cuman terjadi dikepalaku

Disamping Dh yang ungu
Mataku begitu mencintaimu
Sekalipun aku tahu sedang memupuk sakit
Mencintaimu tidak pernah begitu sulit
Sembari kukumpulkan kata-kataku yang tececer dilantai
Keberanianku yang semakin kelabu
Aku adalah seorang lelaki yang begitu senang mencintai diam-diam

Note: Terinspirasi dari temanku yang suka menyembunyikan perasaan :P