Layaknya anak kecil yg dilarang bermain hujan
Kita bersedih karena hujan turun
Begitu deras
Aku melihatmu dari jendelaku yg dirintiki hujan
Aku sering mengulurkan tangan keluar jendela berusaha menangkap
menampung sebanyak yg ku bisa
Lalu aku sadar bahwa tangan adalah bendungan yg begitu kecil
Sabtu, 25 Oktober 2014
Sabtu, 18 Oktober 2014
Bagaimana kami menghabiskan malam minggu
Orang Tua
Sabtu, Oktober 18, 2014
No comments
Seperti
malam-malam yang sebelumnya
Kamu
akan menghabiskan malam ini di beranda
Lalu
aku akan menghabiskan malam ini di antara lampu kota
Ini
adalah adegan yang berulang
Dalam
episode tidak terhitung
Pada
adegan itu aku lelakimu
Engkau
kekasihku
Kita
adalah sepasang yang terpisah jarak ribuan
Antara
pandangan matamu di beranda dan aku di jalan
Hening
adalah bahasa yang hanya kita yg mengerti
Jarak
hanyalah ilusi
Dan
ini dejavu yang berulang lagi
Sperti
malam-malam sebelumnya
Aku
membawa pulang rindu
Engkau
mengirim senyum dari beranda
Jumat, 10 Oktober 2014
Lelaki yang begitu suka mencintai diam-diam
Orang Tua
Jumat, Oktober 10, 2014
4 comments
Coklat
matamu adalah tempat paling nyaman untuk kutempati singgah
Kamu
mengingatkanku pada orange senja
Hijau daun
yang gugur di kepala kita
Jemari kita
yang serupa kancing kemeja
Ingatan yang
cuman terjadi dikepalaku
Disamping Dh
yang ungu
Mataku
begitu mencintaimu
Sekalipun
aku tahu sedang memupuk sakit
Mencintaimu
tidak pernah begitu sulit
Sembari
kukumpulkan kata-kataku yang tececer dilantai
Keberanianku
yang semakin kelabu
Aku adalah
seorang lelaki yang begitu senang mencintai diam-diam
Note:
Terinspirasi dari temanku yang suka menyembunyikan perasaan :P
Langganan:
Postingan (Atom)
