Kamis, 06 Juni 2013

Sebuah puisi untuk perempuan yang jauh

Dimulai pada sepohon rimbun rindu
Akarnya menghujam ke tanah menghasilkan buah-buah
Angin menerbangkan air matanya
Batang-batangya adalah tangan yang memiliki mata
Daun-daunnya adalah sebuah surat cinta
Aku selalu kesulitan merangkainya
Kukirim sedikit rindu untuk menenangkannya

Sepohon rimbun rindu
Ia memelukku dari jauh
Mengirimkan salam melalui angin dengan bau

Makassar, May 24, 2013