Aku sering berpikir, kenapa aku tidak dilahirkan
sebagai laki-laki saja. Aku bukannya tidak bersyukur untuk dilahirkan sebagai
perempuan hanya menurutku menjadi laki-laki itu lebih mudah. Tapi sudahlah,
yang ingin kuceritakan bukan tentang diriku, tokoh utama dalam cerita ini
adalah seseorang bernama Faizal Akbar, Nama yang tidak romantis, tidak saperti
nama Galang atau Rangga, nama Faizal tidak akan pernah diingat dan akan mudah
dilupakan.
Pagi di hari senin selalu sibuk, sejak pagi penjual
sayur-mayur,ikan, tahu tempe, sudah berkeliaran di jalan-jalan perumahan,
anak-anak SD sudah berpakaian rapi lengkap dengan topi dan dasinya siap
menghadapi pembina upacara mereka yang sebagian besar ucapanya tidak penting.
Aku tahu itu karena aku waktu itu sudah SMA dan sudah lebih dulu SD daripada
mereka. Aku siap berangkat ke sekolah di antar ayahku, hari itu akan ada
sesuatu hal penting yang ingin ku lakukan.
Pagi itu sperti biasa Ical, Selalu berpakain tidak
rapi, baju tidak dimasukkan, 2 kancing paling atas bajunya tidak dikancingkan, untuk
ukuran ketua kelas, dia sama sekali tidak mencerminkan ketua kelas yang baik.
Sesekali membolos, sering sekali terlambat, tapi dia lumayan pintar. Pernah sekali
aku disuruh beli masako, aku ketemu dia sedang main PS di warungnya Pak
Amin,padahal besok paginya ada ulangan. Pas nilainya keluar, dia paling tinggi
1 kelas. Benar-benar tipe orang yang menjengkelkan untuk tipe orang yang rajin
sepertiku.