Biarkan aku mulai dengan mengatakan bahwa surat ini aku usahakan
ditulis dengan menggunakan kata yang sesedikit mungkin menyakiti perasaanmu.
Surat ini hanya berisi empat buah permintaan maaf dan sebuah ucapan terima
kasih.
Pertama, maaf untuk kesempurnaan yang dulu pernah aku
janjikan padamu, nyatanya kamu memang sempurna untukku, tapi aku adalah
kecacatan untukmu.
Kedua, maaf untuk air matamu yang terlalu sering aku tumpahkan.
Kau tahu aku selalu ingin menangkapnya sesering kamu menjatuhkannya. Kamu perlu
tahu, Senyummu selalu lebih indah sehabis menangis.
Keempat, maaf untuk semua ciuman yang pernah kutinggalkan di
tubuhmu. Ciuman yang paling ku sesali adalah ciuman di keningmu. Kau bilang itu
adalah ciuman yang membuatmu merasa paling dicintai. Itupun satu-satunya ciuman dimana aku merasa
mencintaimu.
Kelima, maaf untuk permintaan maafku dan beberapa luka yang
akan mengingatkanmu pada kenangan tentang kita. Mungkin kamu akan menangis
lagi, tapi percaya padaku kamu akan tersenyum kembali.
Terima kasih pada sebagian hati yang pernah kau pinjamkan.
Saat kita bertemu kembali aku mungkin akan berusaha tersenyum padamu.

0 komentar:
Posting Komentar