Take Me Out. Sebuah
acara yang mempertemukan banyak wanita dengan beberapa pria. Dimana
wanita-wanita yang katanya cantik dan sebagian besar mungkin berasal dari kalangan atas memilih apakah
mereka akan berkencan dengan pria-pria yang
sebagian besar rupawan dan mungkin sebagian besar dari mereka juga
mapan. Sebuah acara yang mempertemukan
pria-pria dan wanita-wanita yang sepertinya kurang beruntung dalam
percintaan.
Walaupun sebenarnya
cerita tadi tidak berhubungan sama sekali dengan acara itu, maksudnya, aku
tidak sedang ikut, atau menginginkan ikut dalam acara itu sama sekali. Bagian
yang ingin kutekankan adalah kami sama-sama kurang beruntung dalam cinta, dan
mungkin bukan kurang beruntung lagi, malahan tidak beruntung sama sekali dalam
percintaan.
Sejauh ini, dengan
rekor 23x Ditolak pas nembak, 14x ditolak sebelum nembak, dan 18x ditolak
sebelum PDKT(terhitung dari SMP kelas 1). Sepertinya aku sudah memecahkan semua
rekor sebagai bujang paling menyedihkan sepanjang sejarah dunia perbujangan di
Indonesia.
Mungkin kamu
bertanya-tanya kenapa. Aku pun bertanya-tanya kenapa. Tapi sudahlah, pertanyaan
kita barangkali tidak akan pernah terjawab.
Anisa adalah salah 1
dari 5 perempuan paling cantik di kampus (ini menurut poling yang dilakukan dengan
sample 17 laki-laki di kelasku). Dan dia adalah target berikutnya perburuan
cintaku. Parasnya yang rupawan, bodinya yang menawan, dan senyumnya yang
mendamaikan, menjadi incaran setiap lelaki, bahkan salah satu temanku di kelas
juga sepertinya menaruh hati padanya dan lupa mengambilnya. Tapi kamu tahu,
semua halal dalam Peperangan dan cinta.
Menurutku meminta nomer
handphone seorang wanita yang ditaksir dari temannya atau orang lain itu tidak
semestinya. Sebagai seorang laki-laki, aku harus bisa membuat dia memberikan
nomer handphonenya dengan sendirinya.
Mungkin kamu
bertanya-tanya bagaimana mungkin seseorang bisa memberikan nomer handphone
dengan sendirinya kepada orang yang sama sekali tidak dia kenal? Jawabannya sangat
mudah, Social Media. Yang kamu butuhkan hanya seseorang yang kenal dengan dia
di social media dan masuk dalam percakapan mereka. Menurut saya Secara pribadi,
Twit*r adalah social media yang paling efektif untuk ini. Seseorang bisa dengan mudah memasang topeng
dan menjadi pribadi yang menyenangkan di social media. Mereka bisa menjadi apa
saja dan siapa saja. Entah mengapa sejak boomingnya social media, Presentase
peningkatan hasrat seseorang untuk aktualisasi diri meningkat drastis. Dan kita
sudah terlalu jauh melangkah ke fenomena social ini,jadi mari kembali ke
perburuan cinta sang bujangan.
Singkat cerita di dunia
nyata tapi tidak di dunia sang bujangan. 2 bulan berlalu dengan presentase
kesuksesan di atas rata-rata. Berbekal akun twit*r Annisa (@annisa_m###) dan
berkat bantuan dari temanku yang juga kenal dengan Annisa, si Riani
(@adriani###). Saya harus mentraktir dia kapan-kapan atas bantuan yang dia
berikan tanpa sadar.
@ical__ waduh parah,. Hahah :D @adriani###
-_-“ @annisa_m### sehari gak mandi berasa berat bertmbah 2 kg.
@annisa_m### biarin, kan libur :P
@ical__ waduh parah..
@ical__ hahaha, saya paling parah
pernah 3 hari gak mandi malah. @annisa_m### biarin, kan libur ical__ waduh
parah..
@annisa_m### waduh lebih parah dia haha..
@ical__
Akhirnya, lama kelamaan
kami pun semakin dekat, sedekat senar ke-1 dengan senar ke-3 pada gitar. Sedikit lagi
saya bisa menjadi senar ke-2 dan bersama kami bisa menciptakan harmonisasi
cinta yang lebih indah.
Ini mungkin adalah saat
yang paling ditunggu-tunggu pemirsa di rumah. Apakah sang bujangan akhirnya
akan mendapatkan cinta sejatinya ataukah dia akan semakin memperpanjang daftar kekalahan-nya
yang sudah sangat panjang ?(ini adalah saatnya iklan kalau di acara televise tapi
ini bukan).
Pada malam sabtu ke-3
di bulan mei akhirnya saya memberanikan diri menelponnya dengan maksud
menyatakan cinta. Malam ini sepertinya bulan separuh bersinar lebih cerah. Saya
merasa ini seperti dalam sebuah film disaat-saat seperti barangkali lagu yang
bakal mengiringi pernyataan cinta ini adalah Greenday-Oh love.
Oh
love.. oh love.. won’t you rain on me
tonight..
Oh
life.. oh life.. Please don’t pass me by..
“Nis,
sibuk yah ? lagi dmna ?”
“lagi
di rumah nonton Pas Manta*, gak kok, knpa ?”
“Gini
nis mau bicara, bisa “ jawabku kemudian.
“bisa,
bicara aja” jawabnya ada sedikit nada malu-malu kutangkap dari suaranya. Sepertinya
di point ini dia sudah mulai sadar.
Aku
diam, Annisa pun Diam, Mas billy Armstrong
pun diam. Ada pause sekitar 30 detik.
“Nis,
aku sebenarnya sudah lama nyimpan perasaan buat kamu, kamu bisa nggak nerima
perasaanku?
Annisa
kembali diam, akupun diam, Mas Billy Armstrong juga. Akhirnya dia kembali berbicara.
“aku
minta maaf yah,” kata annisa.
Ada
jeda yang berasa sangat lama di sini. Dunia sepertinya berputar kembali ke
beberapa bulan lalu saat pertama kali memutuskan untuk mengenal Annisa lebih jauh dan mulai berpikir
ini adalah keputusan yang benar-benar salah.
“Sebenarnya,
aku pikir juga kita bisa jadi pasangan yang serasi, kamu baik,lucu, pinter..”
“Cut
the crap, langsung saja ke bagian tapinya.. “ kataku dalam hati.
“tapi
sebenarnya kemarin-kemarin aku dekat sama kamu itu cuman karena kamu temannya
Riani,”
“trus..”
kata Annisa melanjutkan.
“trus
apa ?”
“riani
pernah bilang ke aku kalau dia suka sama kamu”
“oh..”

0 komentar:
Posting Komentar