Sabtu, 02 Februari 2013

Take Me Out


Take Me Out. Sebuah acara yang mempertemukan banyak wanita dengan beberapa pria. Dimana wanita-wanita yang katanya cantik dan sebagian besar mungkin  berasal dari kalangan atas memilih apakah mereka akan berkencan dengan pria-pria yang  sebagian besar rupawan dan mungkin sebagian besar dari mereka juga mapan.  Sebuah acara yang mempertemukan pria-pria dan wanita-wanita yang sepertinya kurang beruntung dalam percintaan. 
Walaupun sebenarnya cerita tadi tidak berhubungan sama sekali dengan acara itu, maksudnya, aku tidak sedang ikut, atau menginginkan ikut dalam acara itu sama sekali. Bagian yang ingin kutekankan adalah kami sama-sama kurang beruntung dalam cinta, dan mungkin bukan kurang beruntung lagi, malahan tidak beruntung sama sekali dalam percintaan.
Sejauh ini, dengan rekor 23x Ditolak pas nembak, 14x ditolak sebelum nembak, dan 18x ditolak sebelum PDKT(terhitung dari SMP kelas 1). Sepertinya aku sudah memecahkan semua rekor sebagai bujang paling menyedihkan sepanjang sejarah dunia perbujangan di Indonesia.
Mungkin kamu bertanya-tanya kenapa. Aku pun bertanya-tanya kenapa. Tapi sudahlah, pertanyaan kita barangkali tidak akan pernah terjawab. 

Anisa adalah salah 1 dari 5 perempuan paling cantik di kampus (ini menurut poling yang dilakukan dengan sample 17 laki-laki di kelasku). Dan dia adalah target berikutnya perburuan cintaku. Parasnya yang rupawan, bodinya yang menawan, dan senyumnya yang mendamaikan, menjadi incaran setiap lelaki, bahkan salah satu temanku di kelas juga sepertinya menaruh hati padanya dan lupa mengambilnya. Tapi kamu tahu, semua halal dalam Peperangan dan cinta.
Menurutku meminta nomer handphone seorang wanita yang ditaksir dari temannya atau orang lain itu tidak semestinya. Sebagai seorang laki-laki, aku harus bisa membuat dia memberikan nomer handphonenya dengan sendirinya. 
Mungkin kamu bertanya-tanya bagaimana mungkin seseorang bisa memberikan nomer handphone dengan sendirinya kepada orang yang sama sekali tidak dia kenal? Jawabannya sangat mudah, Social Media. Yang kamu butuhkan hanya seseorang yang kenal dengan dia di social media dan masuk dalam percakapan mereka. Menurut saya Secara pribadi, Twit*r adalah social media yang paling efektif untuk ini.  Seseorang bisa dengan mudah memasang topeng dan menjadi pribadi yang menyenangkan di social media. Mereka bisa menjadi apa saja dan siapa saja. Entah mengapa sejak boomingnya social media, Presentase peningkatan hasrat seseorang untuk aktualisasi diri meningkat drastis. Dan kita sudah terlalu jauh melangkah ke fenomena social ini,jadi mari kembali ke perburuan cinta sang bujangan.
Singkat cerita di dunia nyata tapi tidak di dunia sang bujangan. 2 bulan berlalu dengan presentase kesuksesan di atas rata-rata. Berbekal akun twit*r Annisa (@annisa_m###) dan berkat bantuan dari temanku yang juga kenal dengan Annisa, si Riani (@adriani###). Saya harus mentraktir dia kapan-kapan atas bantuan yang dia berikan tanpa sadar. 

@ical__ waduh parah,. Hahah :D @adriani### -_-“ @annisa_m### sehari gak mandi berasa berat bertmbah 2 kg.

@annisa_m### biarin, kan libur :P @ical__ waduh parah..

@ical__ hahaha, saya paling parah pernah 3 hari gak mandi malah. @annisa_m### biarin, kan libur ical__ waduh parah..

@annisa_m### waduh lebih parah dia haha.. @ical__

Akhirnya, lama kelamaan kami pun semakin dekat, sedekat senar  ke-1 dengan senar ke-3 pada gitar. Sedikit lagi saya bisa menjadi senar ke-2 dan bersama kami bisa menciptakan harmonisasi cinta yang lebih indah.
Ini mungkin adalah saat yang paling ditunggu-tunggu pemirsa di rumah. Apakah sang bujangan akhirnya akan mendapatkan cinta sejatinya ataukah dia akan semakin memperpanjang daftar kekalahan-nya yang sudah sangat panjang ?(ini adalah saatnya iklan kalau di acara televise tapi ini bukan).
Pada malam sabtu ke-3 di bulan mei akhirnya saya memberanikan diri menelponnya dengan maksud menyatakan cinta. Malam ini sepertinya bulan separuh bersinar lebih cerah. Saya merasa ini seperti dalam sebuah film disaat-saat seperti barangkali lagu yang bakal mengiringi pernyataan cinta ini adalah Greenday-Oh love. 

Oh love.. oh love.. won’t you  rain on me tonight..
Oh life.. oh life.. Please don’t pass me by..

“Nis, sibuk yah ? lagi dmna ?”
“lagi di rumah nonton Pas Manta*, gak kok, knpa ?”
“Gini nis mau bicara, bisa “ jawabku kemudian.
“bisa, bicara aja” jawabnya ada sedikit nada malu-malu kutangkap dari suaranya. Sepertinya di point ini dia sudah mulai sadar.
Aku diam, Annisa pun Diam, Mas billy  Armstrong pun diam.  Ada  pause sekitar 30 detik.
“Nis, aku sebenarnya sudah lama nyimpan perasaan buat kamu, kamu bisa nggak nerima perasaanku?
Annisa kembali diam, akupun diam, Mas Billy Armstrong  juga. Akhirnya dia kembali berbicara.
“aku minta maaf yah,” kata annisa.
Ada jeda yang berasa sangat lama di sini. Dunia sepertinya berputar kembali ke beberapa bulan lalu saat pertama kali memutuskan untuk  mengenal Annisa lebih jauh dan mulai berpikir ini adalah keputusan yang benar-benar salah.
“Sebenarnya, aku pikir juga kita bisa jadi pasangan yang serasi, kamu baik,lucu, pinter..”
“Cut the crap, langsung saja ke bagian tapinya.. “ kataku dalam hati.  
“tapi sebenarnya kemarin-kemarin aku dekat sama kamu itu cuman karena kamu temannya Riani,”
“trus..” kata Annisa melanjutkan.
“trus apa ?”
“riani pernah bilang ke aku kalau dia suka sama kamu”
“oh..”

0 komentar:

Posting Komentar