Saat hujan,
kita menari-nari bersama kenangan
Air telah
membanjiri semata kaki,
Aku tidak
beranjak sama sekali
Aku masih
menunggu musim berganti lebih pagi
Sebab pagi
adalah awal untuk memulai lagi
Sesekali
anak kucing diatapmu mengeong
Anjing di
dekatmu menggonggong
Para jemaat
telah pulang dari gereja
Di tengan
guyuran hujan mereka berjalan lamban
Langit
memendung
Aku
bersenandung
Air telah
sepinggang
Sesekali aku
menimbah air bah
Sedetik demi
sedetik
Setitik demi
setitik
Bunyi air
serupa suara piano mungil
Yang
dipunyai adikku yang masih kecil
Suaranya
adalah nyanyian musiman
Hujan datang
lebih awal tahun ini
Siapkan
semua ember sebab kenangan adalah tetesan air dari atap yang bocor

0 komentar:
Posting Komentar