Sabtu, 21 Februari 2015

Ketika Hujan Datang Bertamu

Rumahku yang penuh genangan
Saat hujan, kita menari-nari bersama kenangan
Air telah membanjiri semata kaki,
Aku tidak beranjak sama sekali
Aku masih menunggu musim berganti lebih pagi
Sebab pagi adalah awal untuk memulai lagi

Sesekali anak kucing diatapmu mengeong
Anjing di dekatmu menggonggong
Para jemaat telah pulang dari gereja
Di tengan guyuran hujan mereka berjalan lamban
Langit memendung
Aku bersenandung
Air telah sepinggang
Sesekali aku menimbah air bah
Sedetik demi sedetik
Setitik demi setitik
Bunyi air serupa suara piano mungil
Yang dipunyai adikku yang masih kecil
Suaranya adalah nyanyian musiman
Hujan datang lebih awal tahun ini
Siapkan semua ember sebab kenangan adalah tetesan air dari atap yang bocor


0 komentar:

Posting Komentar