Puisi ini adalah sebuah usaha
untuk merindukanmu
Atau usaha mengingat beberapa
pelukan yang kamu kirim dari jauh
Atau sekedar ciuman yang melekat
di smsmu
Kamu tahu pagi ini aku jadi malas
mencuci lengan panjang abu-abuku yang biasa kau ambil dan kalungkan di lehermu
Di baju ini ada beberapa
kehangantan dan ingatan, serta sedikit bau keringatmu
Sayang bila harus hilang oleh pengharum pakaian
seharga seribu
Kamu ingat bagaimana kita bertemu
?
Atau bagaimana aku memulai ini
dengan sebuah ajakan dan bukan pertanyaan?
Lalu kamu membalasnya dengan
menghitung tai lalat di wajahku yang berjumlah ganjil
Kita mungkin sudah benar-benar jatuh
cinta sebelumnya
Dan puisi ini adalah usaha untuk
merindukanmu lagi
Makassar,
April 28, 2013

0 komentar:
Posting Komentar