Hujan di Jendela
Namamu kemarin ku tulis di pasir pantai
Ombak menggulungnya bersama buih dan butir hujan
Seperti biasa..
Wajahmu terbang terurai dalam ingatan
Sperti pecahan-pcahan yang berusaha kusempurnakan
Andai aku bisa hidup seribu tahun di matamu
Kota dimana musim adalah ilusi
Dan waktu tidak pernah benar-benar berganti
Kita berdua adalah anak kecil yg bermain di bawah matahari
Walau enggan
Aku berusaha tidak merindukanmu
Tapi apa dayaku
Rindu yang aku kumpul menjelma hujan di jendelamu


0 komentar:
Posting Komentar