kamu
adalah luka yang dititipkan angin
Seperti
ketika air menyentuh luka yg terbuka sejuk tapi pedih
Lalu
di mataku yang gersang mengalir hujan
Mendambakan
matamu yang teduh
Kalau
cinta ibarat pohon
Kita
barangkali adalah pohon yg terlanjur tumbuh besar kemudian mati
Lalu
di musim yg sudah senja daun terakhir pohon itu diterbangkan angin
Aku
jatuh cinta pada puisi yang kubuat tentang kita
Bait-baitnya
adalah kata yang kupungut dari luka
Kata-katanya
adalah huruf yang mengalir dari mata
Huruf-hurufnya
berasal dari cinta
Apakah
aku seperti Halte untukmu ?
Hanya singgah sebentar lalu pergi ke tujuanmu
yg lain
Atau
tempatmu menunggu hingga hujan benar-benar reda
Walau
sebentar tapi aku bahagia
Beberapa
puisi barangkali tidak semestinya saling mengenal
Setiap
malam kita membacakan puisi-puisi kita
Lalu
puisi-puisi kita mulai jatuh cinta
Kamu
tidak tahu betapa besarnya kata bisa saling memiliki
Sampai
akhirnya hujan menghapus sebagiannya
Dan akhirnya puisi kita berusaha saling
melupakan