Rabu, 31 Oktober 2012

22.11


 wednesday, October 31 2012, 8:10 PM


Pukul 22.11 aku masih terjaga
Ini belum terlalu malam memang
Puisi tidak tercipta pada jam-jam ini
Gelisah belum terjadi pada jam-jam  ini
Orang tidak jatuh cinta pada jam-jam ini

Selasa, 30 Oktober 2012

Gondrong : Sebuah Fenomena Sosial

Tuesdaya October 30, 2012


Apa yang pertama kali kamu pikirkan ketika saya menyebut kata “Gondrong” ? Seramkah ? berbaju serba kehitamankah ? ataukah sosok tampan yang siap memesona semua wanita ? barangkali bukan yang disebutkan belakangan.

Dalam term istilah bugis kata “gondrong” mengacu kepada laki-laki yang memiliki rambut panjang melebihi batas normal dari standar rambut untuk laki-laki yang umumnya ada di masyarakat bugis(sekitar 2-5 cm). masyarakat  bugis atau masyrakat indonesia juga umumnya menganut anggapan ini. Bahwa seorang laki-laki yang berambut panjang itu diidentikkan dengan seorang preman, tukang palak, penjahat, dan masih banyak lagi yang tida sanggup saya sebutkan di sini.

Tuesday, October 30,2012

ini adalah sebuah pengalaman yang terjadi selang beberapa bulan yang lalu tentang bagaimana mirisnya menjadi seorang mahasiswa UNM. kalau ada yang belum tahu, saya adalah Mahasiswa semester 5 di Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Negeri Makassar. (iya, itu kampusku yang sering masuk TV).

Universitas mengirimkan delegasi untuk mengikuti sebuah event tingkat nasional yang diadakan di salah satu wilayah indonesia. Dengan sedikt keberuntungan saya menjadi salah satu dari delegasi yang dikirim dari universitas, bertemu dengan berbagai macam mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia adalah sebuah pengalaman luar biasa yang sebaiknya juga dinikmati oleh mahasiswa-mahasiswa lain.

Senin, 29 Oktober 2012

Monday, October 29, 2012, 10:58

Ini barangkali satu dari sekian banyak tulisan-tulisan(sebenarnya tidak penting) yang akan (mudah-mudahan) sering saya posting ke dalam blog ini.

Kenapa menulis?
Tulisan mungkin adalah salah satu cara paling produktif dalam menyalurkan kegelisahan atau kegelisahan-kegelisahan (sengaja diulang) yang dialami manusia (kalau kata anak muda mungkin Galau yang Produktif). Dengan menulis mungkin pemgamatan kamu tentang betapa hidup kadang-kadang sangat absurd tidak begitu saja hilang bersama waktu dan  pikiran manusia yang mudah  sekali melupakan.