Sabtu, 28 Februari 2015

why boobs on screen is better then boobs on hand

Stan lee was asked whether e-comic are going to replace real comic, he replied by saying that comic is a lot like boobs, you like them when you see it on the screen but holding one or two is definitely preferable. Well, Mr. Professional Cameo, I have to say I agree with you in boobs but not in books (surprisingly rhyme).

I was wondering which one is better e-book or paper book (real book gives impression that e-book is not a real book, but you know what I mean). Each of them has their own plus and minus. I think all of us remember the Feeling of touching the surface of the cover, the smell of it moreover if it is a new book that you bought from the bookstore, and the sensation of flipping each of its paper. Nothing can beat the feeling, yes I also feel it.

But you know, for greater good shifting to e-book would be a better option that bookworm should embrace. Why? I have to admit that those feeling from paper book are beyond comparison, and I also afraid to lose the sensation, yes I am a bit fragile. But, think about the efficiency that you might get.

The thing is, everyone is holding gadget every time, even on the bathroom (especially on 9gag). This need of speed or should I say this addiction to gadget should be use to make more people read because more people are holding gadget than a book. You know books are heavy, books are for smart people, and books are for old people (some people opinion) and people are lazy.

The changing of people’s behavior to a “speed worshipper” demands a change in our reading habit. I am talking about, the gadget, the fast nature of internet, the demand to show off on twitter by quoting sources, and so on. All of this behavior need speed or have something to do with speed and people love being fast. Being fast to know, being fast to show, and being fast to share.

Rather than sharing things from unknown sources which gradually makes internet a messy and full of lies places. Quoting books will be much more trustable and reliable (and of course smartable if it is a word). It would be un-fast if I have to find all the books i want to quote while I want to share everything, every time, and everywhere.

More importantly as a student, I sometimes need to work fast and I sometimes even use my phone to work on a paper (as a lazy student I sometimes forget to work on a paper until the last minute it need to be submitted). Here e-book comes in handy, by storing several of e-book on the phone I can finish my paper in time.

If you reach the end of this paper, I am really sorry this paper is not about boobs, I am just testing the use of flashy title to get attention. Thank you:).

Sabtu, 21 Februari 2015

Ketika Hujan Datang Bertamu

Rumahku yang penuh genangan
Saat hujan, kita menari-nari bersama kenangan
Air telah membanjiri semata kaki,
Aku tidak beranjak sama sekali
Aku masih menunggu musim berganti lebih pagi
Sebab pagi adalah awal untuk memulai lagi

Sesekali anak kucing diatapmu mengeong
Anjing di dekatmu menggonggong
Para jemaat telah pulang dari gereja
Di tengan guyuran hujan mereka berjalan lamban
Langit memendung
Aku bersenandung
Air telah sepinggang
Sesekali aku menimbah air bah
Sedetik demi sedetik
Setitik demi setitik
Bunyi air serupa suara piano mungil
Yang dipunyai adikku yang masih kecil
Suaranya adalah nyanyian musiman
Hujan datang lebih awal tahun ini
Siapkan semua ember sebab kenangan adalah tetesan air dari atap yang bocor


Jumat, 13 Februari 2015

Untuk Faizal yang Berumur 10 tahun, Beberapa Perihal, dan Orang-rang yang Akan Kamu(Aku) Rindukan

Umur 10 tahun bukan angka yang saya tentukan karena peristiwa tertentu, tetapi lebih menjadi sebuah penanda tentang diri saya yang seperti apa surat ini ingin dikirim.

Pada usia seperti itu, barangkali dilema terbesar seorang anak kecil adalah tidur siang atau pergi bermain. Dan yang disebut belakangan sepertinya lebih sering memenangkan perseteruan. Sampai sekarang saya masih sering menyalahkan kamu karena kamu lebih memilih bermain dan lebih lebih jarang di rumah, mungkin saya tidak akan sedekil dan sehitam ini. 

Pada saat itu layangan masih sering terbang, musim layangan dimulai tanpa ada konsensus dan pengumuman. Ia dimulai begitu saja dan berakhir secepat senja tenggelam. Permainan lebih cepat berganti dan beragam. Kekayaan dihitung dari berapa banyak kartu wayang, atau seberapa banyak kelereng yang dipunyai. Sama seperti saat itu saya masih saja tidak bisa disebut kaya atau miskin.

***
Mari saya bercerita sedikit tentang kampung halamanmu sekarang. Kamu masih ingat pematang sawah tempatmu mencari jangkrik dan bermain bola? Rumah telah tumbuh di sana. Beberapa petak. Walaupun sangat disayangkan tetapi mereka semua adalah tetangga yang baik. Burung-burung sudah jarang melintas di atasanya mereka kehilangan tempat singgah.

Jalanan raya yang biasa kamu tempati bermain bola masih ada malah sudah diperbaiki dengan aspal kualitas paling bagus. Orang-orang lebih sering beradu balap di atasanya mereka tidak lagi menyukai permainan bola.

Rumahmu masih sama, hanya berubah warna saja beberapa kali. Sekarang orang-orang di kampung gemar membangun pagar dan membatasi diri. Tetapi pekaranganmu masih ada, pohon mangganya tinggal beberapa saja.

***

Lebih seringlah berlajan-jalan dan menghabiskan waktu dengan bapak.  Umurnya tidak begitu panjang dan jangan malu kalau diantar dengan motor bututnya. Percaya padaku kamu akan menyesal karena itu.

Belajarlah memasak, perempuan suka lelaki yang bisa memasak, menurut mereka itu sexy, dan nanti kamu akan lebih sering tinggal sendiri. Jadi biasakan dirimu untuk memasak.

Ibu masih ada, jangan suka melawan perintahnya kecuali untuk beberapa hal penting. Sebenarnya, dia menyanyangimu hanya saja terkadang kasih sayang yang berlimpah cenderung membatasi, lawan dia sekali-kali tapi minta maaflah setelahnya, dia pasti akan mengert, dia ibumu.

Habiskan waktu lebih banyak dengan temanmu-temanmu. Sehabis itu kalian akan jarang bertemu, mereka sama seperti dirimu, akan menempuh jalan masing-masing yang berbeda. Ingatlah untuk sesekali menghubungi mereka. Terkadang kamu begitu mementingkan diri sendiri sehingga rindu pun tidak kamu bagi.

Pada diriku yang masih kanak-kanak, ketika suratku ini sampai padamu, jangan terlalu sering bermain diluar, panas matahari bisa membuatmu hitam, dan kamu akan menyesal karenanya. Tidak akan banyak perempuan yang menyukaimu.

Salam hangat,

Faizal Akbar B.
(Beberapa tahun lagi)

Selasa, 03 Februari 2015

Bagaimana Membuat Esai (Eksposisi Klasifikasi)

Klasifikasi adalah sebuah metode pengembangan tulisan eksposisi yang berusaha memilah-milah anggota dari sebuah grup dan membaginya ke dalam kategori-kategori tertentu berdasarkan prinsip dan kriteria tertentu. Misalnya, kamu ingin membagi Presiden Amerika menjadi President hebat dan Presiden yang kurang hebat atau biasa-biasa saja. Pertama-tama kamu harus menyusun sebuha perangkat yang berisi kriteria mengenai bagaimana presiden yang hebat itu..Sebagai contoh,misalnya kita membuat kriteria Presiden hebat adalah presiden yang mampu membawa bangsanya melalui krisis. Semua presiden yang bersesuaian dengan Kriteria ini kemudian akan dianggap seabagai presiden yang hebat, dan yang tidak, akan dianggap presiden yang kurang hebat dan biasa-biasa saja. 
 Ada tiga syarat yang mesti dipenuhi untuk membuat sebuah esai klasifikasi yang bagus. 

Pertama, dalam menentukan prinsip-prinsip apa yang akan digunakan untuk membuat klasifikasi mesti sesuai dengan apa tujuan klasifikasi tersebut. Sebagai contoh, jika kita ingin membagi presiden amerika ke dalam presiden yang hebat dan presiden yang biasa-biasa saja, akan tidak sesuai tujuan jika kamu memasukkan berapa banyak uang yang dihasilkan oleh presiden-presiden tersebut dalam kehidupan pribadinya selama menjabat sebagai presiden. Ini hanya akan memberikan gambaran mengenai kecerdasan berbisnis mereka bukan bagaiman kemampuan leadership mereka sebagai presiden. 

Kedua, kamu akan mengklasifikasikan anggota dari sebuah grup ke dalam kategori-kategori tertentu berdasarkan prinsip-prinsip tertentu (misalnya: orang-orang yang termasuk pernah menjadi Presiden Amerika akan dibagi ke dalam kategori-kategori lain sesuai dengan tujuan dan prinsip pengklasifikasian). Dalam membuat kategori ini sebaiknya ia mampu membagi habis semua anggota yang ada di dalam grup tersebut. Misalnya,kalau kita hanya membagi presiden-presiden Amerika menjadi dua kategori yaitu yang berprofesi sebagai Pengacara dan Pemilik kebun, maka masih banyak presiden-presiden Amerika lain yang tidak bisa masuk ke dalam dua kategori ini karena banyak dari mereka yang memiliki pekerjaan selain dari kedua yang disebutkan tadi sperti, wirausahawan, jenderal, dan jenis pekerjaan lainnya, dan hal ini akan membuat klasifikasimu tidak maksimal. 

Ketiga, dalam menentukan kategori tadi juga sebaiknya tidak tumpang-tindih. Yang dimaksud dengan tumpang-tindih adalah anggota dari kategori yang satu juga mampu masuk ke dalam kategori lain. Akan aneh rasanya jika kamu membagi Presiden-presiden Amerika ke dalam kategori, Pelajar, Lajang, dan Sudah Menikah. Karena presiden-presiden yang yang termasuk kategori pelajar sudah pasti juga masuk kategori masih lajang atau sudah menikah. Kategori yang tumpang-tindih semacam ini akan merusak makna dan fungsi dari klasifikasi.
 
(diadaptasi dan Dialihbahasakan dari Essays 2nd Edition oleh Blake dan McBee).

Minggu, 01 Februari 2015

Pagi Seorang Kekasih yang Baru Saja Putus dari Kekasihnya

Sebuah rindu bergelantungan di langit subuh
Menunggu untuk disambut
Dalam dawai-dawai yang digetarkan angin
Bunyi sayup terdengar dari jauh
Seruan paduan suara binatang
Bekas rintik hujan
Ribuan cahaya menuju langit
Terbang dalam moda-moda kecepatan suara
Mencoba menjangkau kemahaan

Sebuah tokek
Dengan bintik orange abu disekujur tubuhnya
Menyusup ke dalam kepalamu
Ke dalam hatimu
Melekat berpijak pada sudut kepalamu yang begitu sulit kau jangkau
Melagukan suara yang berulang-ulang
Dalam kenangan tentang masa kecilmu
Dalam nina bobo tidurmu yang masih lelap
Mimpi-mimpi masa remajamu

Dikiri-kananmu hanya awan
Danau yang kau buat dengan air matamu
Dering suara mesin
Serta kenangan yang sedikit basah
Dikepalamu berputar ribuan film yang sudah beribu-ribu kali kau putar
Luka masih membekas di kelopak matamu yang sembab

Diluar langit menguning serupa senja
Padahal hari baru saja bermula
Mimpi masih begitu nyata
Semakin samar
Mengabur batas antara nyata dan maya
Cahaya menerobos dari celah jendela
Pipimu masih hangat
Engkau masih butuh gelap
Terbangun dalam kebingungan tentang mimpi semalam tadi atau sesubuh tadi
Pagi sudah mengetuk di pintu kamar.