Apakah
hanya karena ada di kamus maka sesuatu itu disebut denotasi? Jadi kalau saya
jadi pembuat kamus, makna apapun yang saya masukkan ke dalam kamus akan disebut
sebagai denotasi? Kalau pembuat kamus tidak asal memasukkan makna ke dalam
kamus, lantas hal apa yang mendasari dia memasukkan makna-makna tersebut?
Selain
itu, ketika mendengar kata kiasan, saya selalu mengorientasikannya dengan
majas, atau perumpamaan. Berarti yang dimaksudkan sebgai konotasi adalah ungkapan,
atau majas. Pulpen yang menari-nari atau
gubukku yang sederhana (padahal
istana).
Masih
banyak sekali pertanyaan saya dari premis di atas. Saya sering sekali berpikir
kenapa saya begitu sering menerima mentah-mentah apa yang diberikan oleh guru
atau dosen saya. Kenapa jarang sekali saya bersikap kritis untuk mempertanyakan
hal-hal yang keliahatannya sepele.
Oke,
mari kita lanjutkan.
Seperti
yang saya telah sebutkan di atas. Permasalahan denotasi dan konotasi sepertinya
tidak sesederhana pikiran saya sebelumnya. Dari definisi makna kamus atau makna
kiasan, satu hal yang bisa saya sepakati adalah denotasi dan konotasi adalah
masalah pemaknaan. Tetapi untuk mencari tahu apa perbedaan dari keduanya, serta
dasar kenapa yang satu dianggap makna denotasi dan yang satu dianggap makna
konotasi, mari kita cermati pertanyaan di bawah.
1. Anjing itu
hewan yang mana?
2. Bagaimana
pendapatmu tentang Anjing?
Anjing.
(kata benda). Hewan mamalia, karnivora, domestic yang pada umumnya memiliki
moncong yang panjang, indera penciuman yang kuat, memiliki cakar yang bisa
dimasukkan dan dikeluarkan, dan mengeluarkan suara menggonggong, nyalak, atau
merengek ( definisi ini saya ambil dari kamus online oxford dan berbahasa
inggris karena saya mahasiswa bahasa inggris :P).
Saya
pikir ketika ditanyakan pertanyaan yang sama kepada orang lain di belahan dunia
lain, mereka akan menyepakati makna di atas tanpa banyak protes. Dalam hal ini
kata Anjing memiliki makna yang
secara konvensional disepakati oleh semua orang. Hal inilah yang menjadi dasar
bagi pembuat kamus untuk memasukkan makna-makna kata ke dalam kamus. Dan hal inilah yang dimaksud Makna Denotasi.
Untuk
pertanyaan kedua, bagi orang Sulawesi kata Anjing
dimaknai sebagai hewan yang najis, suka menggigit, kotor, dan sering sekali
kata Anjing dilontarkan oleh orang Sulawesi
sebagai penanda kebencian terhadap orang atau hal tertentu. Tetapi, ternyata
bagi orang Amerika, anjing bahkan dianggap sebagai salah satu anggota keluarga,
dalam film-film Amerika tidak jarang kita melihat karakter utama film itu
sangat bersedih ketika anjing piaraannya mati seolah baru saja kehilangan
anggota keluarga. Sebagian lagi mengganggap anjing sebagai partner berburu,
penarik kereta salju, bahkan makanan. Ternyata orang di Negara-negara lain
memiliki pendapat yang berbeda atau definisi berbeda terhadapa kata Anjing dan itu juga benar. Hal inilah yang
disebut Konotasi.
Pada
kesimpulannya denotasi pada umumnya benar adalah makna yang ada di dalam kamus
dan makna konotasi bisa juga dikatakan kiasan. Walaupun ternyata tidak
sesederhana itu.
References:
Kreidler,
C.1998.Introducing English Semantics.London:Routledge
http://www.oxforddictionaries.com/definition/english/dog?searchDictCode=all

0 komentar:
Posting Komentar