Kamis, 20 November 2014

Membedakan Denotasi dan Konotasi Anjing

Ketika ditanyakan kepada kebanyakan siswa maupun mahasiswa untuk membedakan denotasi dan konotasi. Kebanyakan dari mereka mendefinisikan denotasi sebagai makna kamus atau definisi dari yang diambil dari kamus sedangkan konotasi adalah makna kiasan. Saya tidak berusaha mengatakan bahwa hal ini keliru, hanya saja setengah benar.
  
Apakah hanya karena ada di kamus maka sesuatu itu disebut denotasi? Jadi kalau saya jadi pembuat kamus, makna apapun yang saya masukkan ke dalam kamus akan disebut sebagai denotasi? Kalau pembuat kamus tidak asal memasukkan makna ke dalam kamus, lantas hal apa yang mendasari dia memasukkan makna-makna tersebut? 

Selain itu, ketika mendengar kata kiasan, saya selalu mengorientasikannya dengan majas, atau perumpamaan. Berarti yang dimaksudkan sebgai konotasi adalah ungkapan, atau majas. Pulpen yang menari-nari atau gubukku yang sederhana (padahal istana).

Masih banyak sekali pertanyaan saya dari premis di atas. Saya sering sekali berpikir kenapa saya begitu sering menerima mentah-mentah apa yang diberikan oleh guru atau dosen saya. Kenapa jarang sekali saya bersikap kritis untuk mempertanyakan hal-hal yang keliahatannya sepele.

Oke, mari kita lanjutkan.
Seperti yang saya telah sebutkan di atas. Permasalahan denotasi dan konotasi sepertinya tidak sesederhana pikiran saya sebelumnya. Dari definisi makna kamus atau makna kiasan, satu hal yang bisa saya sepakati adalah denotasi dan konotasi adalah masalah pemaknaan. Tetapi untuk mencari tahu apa perbedaan dari keduanya, serta dasar kenapa yang satu dianggap makna denotasi dan yang satu dianggap makna konotasi, mari kita cermati pertanyaan di bawah.
1.     Anjing itu hewan yang mana?
2.     Bagaimana pendapatmu tentang Anjing?

Anjing. (kata benda). Hewan mamalia, karnivora, domestic yang pada umumnya memiliki moncong yang panjang, indera penciuman yang kuat, memiliki cakar yang bisa dimasukkan dan dikeluarkan, dan mengeluarkan suara menggonggong, nyalak, atau merengek ( definisi ini saya ambil dari kamus online oxford dan berbahasa inggris karena saya mahasiswa bahasa inggris :P).

Saya pikir ketika ditanyakan pertanyaan yang sama kepada orang lain di belahan dunia lain, mereka akan menyepakati makna di atas tanpa banyak protes. Dalam hal ini kata Anjing memiliki makna yang secara konvensional disepakati oleh semua orang. Hal inilah yang menjadi dasar bagi pembuat kamus untuk memasukkan makna-makna kata ke dalam kamus.  Dan hal inilah yang dimaksud Makna Denotasi.

Untuk pertanyaan kedua, bagi orang Sulawesi kata Anjing dimaknai sebagai hewan yang najis, suka menggigit, kotor, dan sering sekali kata Anjing dilontarkan oleh orang Sulawesi sebagai penanda kebencian terhadap orang atau hal tertentu. Tetapi, ternyata bagi orang Amerika, anjing bahkan dianggap sebagai salah satu anggota keluarga, dalam film-film Amerika tidak jarang kita melihat karakter utama film itu sangat bersedih ketika anjing piaraannya mati seolah baru saja kehilangan anggota keluarga. Sebagian lagi mengganggap anjing sebagai partner berburu, penarik kereta salju, bahkan makanan. Ternyata orang di Negara-negara lain memiliki pendapat yang berbeda atau definisi berbeda terhadapa kata Anjing dan itu juga benar. Hal inilah yang disebut Konotasi.

Pada kesimpulannya denotasi pada umumnya benar adalah makna yang ada di dalam kamus dan makna konotasi bisa juga dikatakan kiasan. Walaupun ternyata tidak sesederhana itu.

References:
Kreidler, C.1998.Introducing English Semantics.London:Routledge
http://www.oxforddictionaries.com/definition/english/dog?searchDictCode=all

0 komentar:

Posting Komentar