Aku sering berpikir, kenapa aku tidak dilahirkan
sebagai laki-laki saja. Aku bukannya tidak bersyukur untuk dilahirkan sebagai
perempuan hanya menurutku menjadi laki-laki itu lebih mudah. Tapi sudahlah,
yang ingin kuceritakan bukan tentang diriku, tokoh utama dalam cerita ini
adalah seseorang bernama Faizal Akbar, Nama yang tidak romantis, tidak saperti
nama Galang atau Rangga, nama Faizal tidak akan pernah diingat dan akan mudah
dilupakan.
Pagi di hari senin selalu sibuk, sejak pagi penjual
sayur-mayur,ikan, tahu tempe, sudah berkeliaran di jalan-jalan perumahan,
anak-anak SD sudah berpakaian rapi lengkap dengan topi dan dasinya siap
menghadapi pembina upacara mereka yang sebagian besar ucapanya tidak penting.
Aku tahu itu karena aku waktu itu sudah SMA dan sudah lebih dulu SD daripada
mereka. Aku siap berangkat ke sekolah di antar ayahku, hari itu akan ada
sesuatu hal penting yang ingin ku lakukan.
Pagi itu sperti biasa Ical, Selalu berpakain tidak
rapi, baju tidak dimasukkan, 2 kancing paling atas bajunya tidak dikancingkan, untuk
ukuran ketua kelas, dia sama sekali tidak mencerminkan ketua kelas yang baik.
Sesekali membolos, sering sekali terlambat, tapi dia lumayan pintar. Pernah sekali
aku disuruh beli masako, aku ketemu dia sedang main PS di warungnya Pak
Amin,padahal besok paginya ada ulangan. Pas nilainya keluar, dia paling tinggi
1 kelas. Benar-benar tipe orang yang menjengkelkan untuk tipe orang yang rajin
sepertiku.
Pernahkah kamu berpikir saat pertama masuk sekolah.
Saat kamu belum mengenal siapapun dalam kelasmu atau mungkin hanya beberapa
orang saja, lalu entah bagaimana orang-orang mulai saling bicara, lama-kelamaan
orang-orang mulai akrab dan bergabung dengan sesama mereka yang memiliki
‘aliran’ yang sama. Hal itu juga terjadi padaku, Maksudku pada kami.
Barangkali takdir memang sedikit nakal dan
menempatkan posisi duduk kami berdekatan. Aku didepan dengan Dila. Dan dia
dibelakang dengan seseorang yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan
cerita ini, jadi tidak usah aku sebutkan. Hari berjalan biasa saja seolah
takdir sedang tertidur, bernafas pelan dan tidak peduli lagi dengan kelanjutan
kisah kami. Tapi ternyata diam-diam takdir memainkan perannya dengan apik dan
rapi.
Mulai dari sering saling berdebat di kelas, rasa
kesal dan sesal karena dia selalu mendapatkan nilai yang lebih bagus padahal
sama sekali tidak belajar. Kau pasti tahu bagaimana rasanya melihat orang yg
tidak belajar sama sekali mendapatkan nilai yang lebih bagus dibanding orang
yang sudah seminggu mempersiapkan ulangan. Walaupun penelitian menyebutkan
bahwa bakat hanya membedakan 15 % saja seseorang dari orang yg tidak berbakat
tapi itu saja sudah tidak adil.
Tapi semakin lama hal ini berlangsung, aku mulai
terbiasa, malahan aku selalu menantikan saat-saat kami bertemu lagi. Kau tahu
seringnya berbeda pendapat bisa membuatmu lebih kenal bagaimana orang itu. Di
hari-hari dia tidak masuk kelas,entah membolos atau memang tidak datang ke
sekolah. aku serasa kehilangan semangatku, seolah sebuah puzzle gambar disusun
tetapi kehilangan 1 kepingnya. Dia hari dia ada, kelas seperti potret hitam
putih yang buram, hanya dia yang tampak cerah berwarna, seolah dunia sedang
mengatur contras dan brigthness hanya untuknya. Lucu, bagaimana kau bisa merasa
begitu memiliki sesuatu yg bukan milikmu.
Aku tahu kau sudah tahu ini apa sejak dari awal
kisah ini. Tapi aku benar-benar tidak tahu sampai rasa ini sudah datang dan
berdiri tepat di belakangku. Aku tidak
perlu menjelaskan lebih banyak lagi tentang ini karena kau pasti tahu bagaimana
tabunya kata ini diucapkan, apa lagi
jika kau perempuan. Sebuah jurang yang dengan tegas memisahkan derajat
laki-laki dan perempuan, memisahkn apa yang semestinya tidak dilakukan
perempuan, dan dilakukan laki-laki. Tapi, harus bagaimana lagi kami hidup di
dimensi paralel dimana perempuan harus duduk manis sampai ada laki-laki yang
menyatakan cinta padanya. Tapi hari itu aku ingin melupakan bahwa aku adalah perempuan,
bahwa aku hanya manusia, bahwa kerinduanku sudah meluap di langit-langit paling
atas hatiku, dan butuh untuk segera kubagi.
Kupaksa dia untuk bertemu di jam istirahat di tempat
duduk di pinggir lapangan basket. Diujung sebelah kanan lapangan itu bersisian
denga pohon beringin berdaun lebat, akar gantungnya menjuntai kebawah tapi
tidak terlalu panjang menyisahkan tempat yang cukup dingin dan nyaman untuk
kami tempati. Kupikir karena berjalan berdua sepulang sekolah menimbulkan
terlalu banyak kecurigaan, dan di jam istirahat orang-orang selalu sibuk dengan
dunia mereka sendiri dan kami berdua juga punya dunia kami sendiri.
Di saat-saat seperti ini kau tahu perasaan sudah
mengambil alih kendalimu atas dirimu sendiri. Logika sudah tidak terlalu banyak
berfungsi, kupu-kupu d perutmu sudah semakin banyak dan bergerak ke sana kemari.
Dadaku seperti akan meledak. Aku tidak tahu harus mulai dari mana, kata apa
yang akan kuucapkan, tapi aku tahu apa
yang ingin kusampaikan. Aku berbicara duluan, dalam momen sekejap itu....,
Logika mengambil alihku,
“Mauko ikut sebentar belajar kelompok di rumahnya
dila ??,” kataku.

apanya mau dikomentari ini? kesalahan EYDnya? atau konflik ceritanya???? hahha..
BalasHapusituji memang mau dia bilangkah cweknya? kenapa bukan bilang, saya suka sama kau ical? atau mngkin sudah terlalu klise ya klo bilang bgitu? atau mngkin saking gugupnya ato dia kmbali teringat sm kodratnya sbgai wanita? Lucu sih. hhaha
Intinya sudah lumayan, hanya bagian tengah atau klimaksnya perlu dimodifikasi, dilebaykan sedikit, atau dibuat lebih dramatis klo sdh dramatis perfectmi.
klo kesalahan EYD, buanyakk. hahhaa.. maklum.. belakangan ini sy dituntut utk membuat cerita dengan memerhatikan EYDnya.
humm mau numpang sedikit...
BalasHapusentah saya yang tdk paham betul atau bagaimanakah.. saya bingung sama penokohannya disini. di awal itu ada seorang pelaku yang berceritra sma seorg anak laki2 yg bernama ichal.. tapi pas tengah cerita saya merasa agak terkesan ichal yg bercerita...
pardonmi,, maklum kasian masih awamka :D
hehhee, thanks uli, buru-buru barangkali mmg postingnya nd dilihat baik2 i,, haha :P
BalasHapusmemang belum terstruktur baek2 ki rahma, hahaha, masih perlu bnyak beljarka :D
BalasHapusklo masalah pnokohan tidak adaji mslah kulihat.. memangkan cweknya yg bercerita tentang kecintannya terhadap laki2..
BalasHapusthanks,, i'll try using the rite EYD next time :D
BalasHapus