Rabu, 05 Desember 2012

Perempuan dan Cinta




Aku sering berpikir, kenapa aku tidak dilahirkan sebagai laki-laki saja. Aku bukannya tidak bersyukur untuk dilahirkan sebagai perempuan hanya menurutku menjadi laki-laki itu lebih mudah. Tapi sudahlah, yang ingin kuceritakan bukan tentang diriku, tokoh utama dalam cerita ini adalah seseorang bernama Faizal Akbar, Nama yang tidak romantis, tidak saperti nama Galang atau Rangga, nama Faizal tidak akan pernah diingat dan akan mudah dilupakan.
Pagi di hari senin selalu sibuk, sejak pagi penjual sayur-mayur,ikan, tahu tempe, sudah berkeliaran di jalan-jalan perumahan, anak-anak SD sudah berpakaian rapi lengkap dengan topi dan dasinya siap menghadapi pembina upacara mereka yang sebagian besar ucapanya tidak penting. Aku tahu itu karena aku waktu itu sudah SMA dan sudah lebih dulu SD daripada mereka. Aku siap berangkat ke sekolah di antar ayahku, hari itu akan ada sesuatu hal penting yang ingin ku lakukan.

Pagi itu sperti biasa Ical, Selalu berpakain tidak rapi, baju tidak dimasukkan, 2 kancing paling atas bajunya tidak dikancingkan, untuk ukuran ketua kelas, dia sama sekali tidak mencerminkan ketua kelas yang baik. Sesekali membolos, sering sekali terlambat, tapi dia lumayan pintar. Pernah sekali aku disuruh beli masako, aku ketemu dia sedang main PS di warungnya Pak Amin,padahal besok paginya ada ulangan. Pas nilainya keluar, dia paling tinggi 1 kelas. Benar-benar tipe orang yang menjengkelkan untuk tipe orang yang rajin sepertiku.


Pernahkah kamu berpikir saat pertama masuk sekolah. Saat kamu belum mengenal siapapun dalam kelasmu atau mungkin hanya beberapa orang saja, lalu entah bagaimana orang-orang mulai saling bicara, lama-kelamaan orang-orang mulai akrab dan bergabung dengan sesama mereka yang memiliki ‘aliran’ yang sama. Hal itu juga terjadi padaku, Maksudku pada kami.
Barangkali takdir memang sedikit nakal dan menempatkan posisi duduk kami berdekatan. Aku didepan dengan Dila. Dan dia dibelakang dengan seseorang yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan cerita ini, jadi tidak usah aku sebutkan. Hari berjalan biasa saja seolah takdir sedang tertidur, bernafas pelan dan tidak peduli lagi dengan kelanjutan kisah kami. Tapi ternyata diam-diam takdir memainkan perannya dengan apik dan rapi.
Mulai dari sering saling berdebat di kelas, rasa kesal dan sesal karena dia selalu mendapatkan nilai yang lebih bagus padahal sama sekali tidak belajar. Kau pasti tahu bagaimana rasanya melihat orang yg tidak belajar sama sekali mendapatkan nilai yang lebih bagus dibanding orang yang sudah seminggu mempersiapkan ulangan. Walaupun penelitian menyebutkan bahwa bakat hanya membedakan 15 % saja seseorang dari orang yg tidak berbakat tapi itu saja sudah tidak adil.

Tapi semakin lama hal ini berlangsung, aku mulai terbiasa, malahan aku selalu menantikan saat-saat kami bertemu lagi. Kau tahu seringnya berbeda pendapat bisa membuatmu lebih kenal bagaimana orang itu. Di hari-hari dia tidak masuk kelas,entah membolos atau memang tidak datang ke sekolah. aku serasa kehilangan semangatku, seolah sebuah puzzle gambar disusun tetapi kehilangan 1 kepingnya. Dia hari dia ada, kelas seperti potret hitam putih yang buram, hanya dia yang tampak cerah berwarna, seolah dunia sedang mengatur contras dan brigthness hanya untuknya. Lucu, bagaimana kau bisa merasa begitu memiliki sesuatu yg bukan milikmu.

Aku tahu kau sudah tahu ini apa sejak dari awal kisah ini. Tapi aku benar-benar tidak tahu sampai rasa ini sudah datang dan berdiri  tepat di belakangku. Aku tidak perlu menjelaskan lebih banyak lagi tentang ini karena kau pasti tahu bagaimana tabunya kata ini diucapkan, apa lagi  jika kau perempuan. Sebuah jurang yang dengan tegas memisahkan derajat laki-laki dan perempuan, memisahkn apa yang semestinya tidak dilakukan perempuan, dan dilakukan laki-laki. Tapi, harus bagaimana lagi kami hidup di dimensi paralel dimana perempuan harus duduk manis sampai ada laki-laki yang menyatakan cinta padanya. Tapi hari itu aku ingin melupakan bahwa aku adalah perempuan, bahwa aku hanya manusia, bahwa kerinduanku sudah meluap di langit-langit paling atas hatiku, dan butuh untuk segera kubagi.

Kupaksa dia untuk bertemu di jam istirahat di tempat duduk di pinggir lapangan basket. Diujung sebelah kanan lapangan itu bersisian denga pohon beringin berdaun lebat, akar gantungnya menjuntai kebawah tapi tidak terlalu panjang menyisahkan tempat yang cukup dingin dan nyaman untuk kami tempati. Kupikir karena berjalan berdua sepulang sekolah menimbulkan terlalu banyak kecurigaan, dan di jam istirahat orang-orang selalu sibuk dengan dunia mereka sendiri dan kami berdua juga punya dunia kami sendiri.
Di saat-saat seperti ini kau tahu perasaan sudah mengambil alih kendalimu atas dirimu sendiri. Logika sudah tidak terlalu banyak berfungsi, kupu-kupu d perutmu sudah semakin banyak dan bergerak ke sana kemari. Dadaku seperti akan meledak. Aku tidak tahu harus mulai dari mana, kata apa yang akan  kuucapkan, tapi aku tahu apa yang ingin kusampaikan. Aku berbicara duluan, dalam momen sekejap itu....,
Logika mengambil alihku,
“Mauko ikut sebentar belajar kelompok di rumahnya dila ??,”  kataku.



6 komentar:

  1. apanya mau dikomentari ini? kesalahan EYDnya? atau konflik ceritanya???? hahha..
    ituji memang mau dia bilangkah cweknya? kenapa bukan bilang, saya suka sama kau ical? atau mngkin sudah terlalu klise ya klo bilang bgitu? atau mngkin saking gugupnya ato dia kmbali teringat sm kodratnya sbgai wanita? Lucu sih. hhaha
    Intinya sudah lumayan, hanya bagian tengah atau klimaksnya perlu dimodifikasi, dilebaykan sedikit, atau dibuat lebih dramatis klo sdh dramatis perfectmi.

    klo kesalahan EYD, buanyakk. hahhaa.. maklum.. belakangan ini sy dituntut utk membuat cerita dengan memerhatikan EYDnya.

    BalasHapus
  2. humm mau numpang sedikit...
    entah saya yang tdk paham betul atau bagaimanakah.. saya bingung sama penokohannya disini. di awal itu ada seorang pelaku yang berceritra sma seorg anak laki2 yg bernama ichal.. tapi pas tengah cerita saya merasa agak terkesan ichal yg bercerita...

    pardonmi,, maklum kasian masih awamka :D

    BalasHapus
  3. hehhee, thanks uli, buru-buru barangkali mmg postingnya nd dilihat baik2 i,, haha :P

    BalasHapus
  4. memang belum terstruktur baek2 ki rahma, hahaha, masih perlu bnyak beljarka :D

    BalasHapus
  5. klo masalah pnokohan tidak adaji mslah kulihat.. memangkan cweknya yg bercerita tentang kecintannya terhadap laki2..

    BalasHapus
  6. thanks,, i'll try using the rite EYD next time :D

    BalasHapus