I want you, I
need you, I love you,~ Aku tahu yang kalian pikirkan, itu memang lagu
mereka dan jangan Tanya mengapa lagu ini yang jadi Ringtone hpku.
“sayang, sudah bangun ? ” suara dari seberang
telepon.
“iya, iya sudah ini, mau mandi” jawabku malas.
“biar hari minggu jangan malas, sms kalau sudah
yah” Balas suara itu mesra
Ku lihat jam menunjukkan 9.30. Seperti biasa Riani selalu menelpon lebih awal dari Dian.
Berselang 10 menit tapi tidak pas 10 menit, mngkin 9 menit 20 detik akhirnya
dian menelpon juga.
“pagi sayang, sudah bangun ?” ini dian.
“belum sayang”
“loh kok bisa angkat telpon ?”
“itu tahu kalau sudah bangun”
“ hakhakhak” tawa dian selalu khas. Sulit
menjelaskannya. Menurut banyak orang kedengarannya aneh tapi aku justru
menyukai tawanya.
“iya, mau mandi dulu”
“ ok, sms kalau sudah yah”
Suara orang-orang itu bisa kedengaran sangat berbeda
di telepon jadi bagi kamu yang masih pemula dalam perselingkuhan. Usahakan
jangan pernah menyebut nama. Kamu biasa salah sebut dan berakhir dengan 2
tamparan di pipi kanan.
Hari ini aku ada janji dengan Dian. Di minggu
penayangan Breaking Daw* cewek-cewek biasanya agak beringas. Dan terlebih, ini
Breaking Daw* part ll, kalian mungkin bisa membayangkan penderitaanku(berbicara
dengan kaum lelaki saja). Tapi sudah menjadi tugas seorang kekasih untuk setia
mengantar pacarnya kemana-mana. Ini seperti semacam kontrak tak tertulis yang
sama-sama sudah disetujui sebelum memutuskan menjalin hubungan.
Kami sebenarnya sempat berargumen panjang untuk
memutuskan perkara menononton Film ini atau tidak, setelah insiden Film
sebelumnya yang ternyata masa bulan madu Bella dan Edward. Tapi dian berhasil
meyakinkanku. Yap, she is my kryptonite.
Lebih aman untuk tidak memiliki Akun jejaring social.
Kalian tahu manusia adalah mahkluk yang suka pamer. Untuk apa kita cari pacar
yang cantik dan ganteng ? apalagi kalau bukan untuk dipamerkan. Dan dengan
jejaring sosial hasrat untuk pamer meningkat drastis. Jadilah kita ditandai dalam
setiap statusnya. Apalagi status untuk pergi nonton bioskop.
Di atas motor hpku tiba-tiba bergetar. Dan
ringtonenya masih dari grup idol yang sama dan lagu yang sama pula.
“ ini sudah di jalan sayang, sabar, Pettarani lagi
agak macet ini”
“ iya, iya kamu cepet dong, udah mau mulai ini,
katanya tiketnya udah dibeliin Mia” kedengaranya sedikit kesel.
“ iya sabar tunggu”
Hp dimatikan.
Walaupun agak telat akhirnya kami sampai. Di Gate
1, Mia keluar membawa tiket kami. Film belum dimulai. Mbak-mbak pegawai
mengantar kami mencari tempat, karena lampu sudah dimatikan.
Meskipun agak kesal karena terlambat menjemput.
Spertinya dian sudah tidak marah lagi sesampainya di Bioskop.
Tidak perlu ku ceritakan isi filmnya karena
barangkali itu tidak penting dan mungkin ada yang belum nonton.
Film selesai dan lampu bioskop dinyalakan. Kalian tahu
butuh waktu untuk terbiasa lagi dengan kondisi cahaya yang tiba-tiba terang. Membuatmu
sedikit linglung, pandangan pertama sepertinya aku melihat ada Riani di bangku
depan. Aku tersontak kaget. Ini benar-benar gawat. Kufokuskan mataku ke bangku
bagian depan untuk sekali lagi memastikan itu benar-benar dia. Dan itu
benar-benar dia.
“Sial, padahal tadi alasanku mau temani adikku Tia
belanja kebutuhan sekolah di Indo mode, kalau sampai ketahuan disini, sialnya
dua kali, udah diputusin dua-duanya, dipermalukan pula didepan umum” batinku.
Aku menarik tangan Dian menuntunya agar segera
terbebas dari antrian orang yang ingin keluar, bermaksud segera pergi dari sana
dan menghindari kejadian memalukan yang mungkin terjadi berikutnya. Tapi
sebelum aku melakukan langkah gesit untuk menghindar dari riani. Dia sudah
didepanku dan mata kami sudah beradu pandang. Mati.
“sayang, jangan terlalu cepat” kata laki-laki itu
dari belakang.
“Eh, iya maaf “ Jawab riani sama mesranya, sambil
memegang tangan laki-laki itu.
Tanpa memandang kearahku Riani berlalu. Aku
tersenyum. Aku tahu dia pun tersenyum. I’ve been cheated.

0 komentar:
Posting Komentar