Jumat, 13 Februari 2015

Untuk Faizal yang Berumur 10 tahun, Beberapa Perihal, dan Orang-rang yang Akan Kamu(Aku) Rindukan

Umur 10 tahun bukan angka yang saya tentukan karena peristiwa tertentu, tetapi lebih menjadi sebuah penanda tentang diri saya yang seperti apa surat ini ingin dikirim.

Pada usia seperti itu, barangkali dilema terbesar seorang anak kecil adalah tidur siang atau pergi bermain. Dan yang disebut belakangan sepertinya lebih sering memenangkan perseteruan. Sampai sekarang saya masih sering menyalahkan kamu karena kamu lebih memilih bermain dan lebih lebih jarang di rumah, mungkin saya tidak akan sedekil dan sehitam ini. 

Pada saat itu layangan masih sering terbang, musim layangan dimulai tanpa ada konsensus dan pengumuman. Ia dimulai begitu saja dan berakhir secepat senja tenggelam. Permainan lebih cepat berganti dan beragam. Kekayaan dihitung dari berapa banyak kartu wayang, atau seberapa banyak kelereng yang dipunyai. Sama seperti saat itu saya masih saja tidak bisa disebut kaya atau miskin.

***
Mari saya bercerita sedikit tentang kampung halamanmu sekarang. Kamu masih ingat pematang sawah tempatmu mencari jangkrik dan bermain bola? Rumah telah tumbuh di sana. Beberapa petak. Walaupun sangat disayangkan tetapi mereka semua adalah tetangga yang baik. Burung-burung sudah jarang melintas di atasanya mereka kehilangan tempat singgah.

Jalanan raya yang biasa kamu tempati bermain bola masih ada malah sudah diperbaiki dengan aspal kualitas paling bagus. Orang-orang lebih sering beradu balap di atasanya mereka tidak lagi menyukai permainan bola.

Rumahmu masih sama, hanya berubah warna saja beberapa kali. Sekarang orang-orang di kampung gemar membangun pagar dan membatasi diri. Tetapi pekaranganmu masih ada, pohon mangganya tinggal beberapa saja.

***

Lebih seringlah berlajan-jalan dan menghabiskan waktu dengan bapak.  Umurnya tidak begitu panjang dan jangan malu kalau diantar dengan motor bututnya. Percaya padaku kamu akan menyesal karena itu.

Belajarlah memasak, perempuan suka lelaki yang bisa memasak, menurut mereka itu sexy, dan nanti kamu akan lebih sering tinggal sendiri. Jadi biasakan dirimu untuk memasak.

Ibu masih ada, jangan suka melawan perintahnya kecuali untuk beberapa hal penting. Sebenarnya, dia menyanyangimu hanya saja terkadang kasih sayang yang berlimpah cenderung membatasi, lawan dia sekali-kali tapi minta maaflah setelahnya, dia pasti akan mengert, dia ibumu.

Habiskan waktu lebih banyak dengan temanmu-temanmu. Sehabis itu kalian akan jarang bertemu, mereka sama seperti dirimu, akan menempuh jalan masing-masing yang berbeda. Ingatlah untuk sesekali menghubungi mereka. Terkadang kamu begitu mementingkan diri sendiri sehingga rindu pun tidak kamu bagi.

Pada diriku yang masih kanak-kanak, ketika suratku ini sampai padamu, jangan terlalu sering bermain diluar, panas matahari bisa membuatmu hitam, dan kamu akan menyesal karenanya. Tidak akan banyak perempuan yang menyukaimu.

Salam hangat,

Faizal Akbar B.
(Beberapa tahun lagi)

2 komentar: