Pada
usia seperti itu, barangkali dilema terbesar seorang anak kecil adalah tidur
siang atau pergi bermain. Dan yang disebut belakangan sepertinya lebih sering
memenangkan perseteruan. Sampai sekarang saya masih sering menyalahkan kamu
karena kamu lebih memilih bermain dan lebih lebih jarang di rumah, mungkin saya
tidak akan sedekil dan sehitam ini.
Pada
saat itu layangan masih sering terbang, musim layangan dimulai tanpa ada
konsensus dan pengumuman. Ia dimulai begitu saja dan berakhir secepat senja
tenggelam. Permainan lebih cepat berganti dan beragam. Kekayaan dihitung dari
berapa banyak kartu wayang, atau seberapa banyak kelereng yang dipunyai. Sama
seperti saat itu saya masih saja tidak bisa disebut kaya atau miskin.
***
Mari
saya bercerita sedikit tentang kampung halamanmu sekarang. Kamu masih ingat
pematang sawah tempatmu mencari jangkrik dan bermain bola? Rumah telah tumbuh
di sana. Beberapa petak. Walaupun sangat disayangkan tetapi mereka semua adalah
tetangga yang baik. Burung-burung sudah jarang melintas di atasanya mereka
kehilangan tempat singgah.
Jalanan
raya yang biasa kamu tempati bermain bola masih ada malah sudah diperbaiki
dengan aspal kualitas paling bagus. Orang-orang lebih sering beradu balap di
atasanya mereka tidak lagi menyukai permainan bola.
Rumahmu
masih sama, hanya berubah warna saja beberapa kali. Sekarang orang-orang di
kampung gemar membangun pagar dan membatasi diri. Tetapi pekaranganmu masih ada,
pohon mangganya tinggal beberapa saja.
***
Lebih
seringlah berlajan-jalan dan menghabiskan waktu dengan bapak. Umurnya tidak begitu panjang dan jangan malu
kalau diantar dengan motor bututnya. Percaya padaku kamu akan menyesal karena
itu.
Belajarlah
memasak, perempuan suka lelaki yang bisa memasak, menurut mereka itu sexy, dan nanti kamu akan lebih sering
tinggal sendiri. Jadi biasakan dirimu untuk memasak.
Ibu
masih ada, jangan suka melawan perintahnya kecuali untuk beberapa hal penting.
Sebenarnya, dia menyanyangimu hanya saja terkadang kasih sayang yang berlimpah
cenderung membatasi, lawan dia sekali-kali tapi minta maaflah setelahnya, dia
pasti akan mengert, dia ibumu.
Habiskan
waktu lebih banyak dengan temanmu-temanmu. Sehabis itu kalian akan jarang
bertemu, mereka sama seperti dirimu, akan menempuh jalan masing-masing yang
berbeda. Ingatlah untuk sesekali menghubungi mereka. Terkadang kamu begitu
mementingkan diri sendiri sehingga rindu pun tidak kamu bagi.
Pada
diriku yang masih kanak-kanak, ketika suratku ini sampai padamu, jangan terlalu
sering bermain diluar, panas matahari bisa membuatmu hitam, dan kamu akan
menyesal karenanya. Tidak akan banyak perempuan yang menyukaimu.
Salam
hangat,
Faizal Akbar
B.
(Beberapa
tahun lagi)

Keren bro tulisannya :)
BalasHapusmakasih bro, :)
Hapus