Minggu, 01 Februari 2015

Pagi Seorang Kekasih yang Baru Saja Putus dari Kekasihnya

Sebuah rindu bergelantungan di langit subuh
Menunggu untuk disambut
Dalam dawai-dawai yang digetarkan angin
Bunyi sayup terdengar dari jauh
Seruan paduan suara binatang
Bekas rintik hujan
Ribuan cahaya menuju langit
Terbang dalam moda-moda kecepatan suara
Mencoba menjangkau kemahaan

Sebuah tokek
Dengan bintik orange abu disekujur tubuhnya
Menyusup ke dalam kepalamu
Ke dalam hatimu
Melekat berpijak pada sudut kepalamu yang begitu sulit kau jangkau
Melagukan suara yang berulang-ulang
Dalam kenangan tentang masa kecilmu
Dalam nina bobo tidurmu yang masih lelap
Mimpi-mimpi masa remajamu

Dikiri-kananmu hanya awan
Danau yang kau buat dengan air matamu
Dering suara mesin
Serta kenangan yang sedikit basah
Dikepalamu berputar ribuan film yang sudah beribu-ribu kali kau putar
Luka masih membekas di kelopak matamu yang sembab

Diluar langit menguning serupa senja
Padahal hari baru saja bermula
Mimpi masih begitu nyata
Semakin samar
Mengabur batas antara nyata dan maya
Cahaya menerobos dari celah jendela
Pipimu masih hangat
Engkau masih butuh gelap
Terbangun dalam kebingungan tentang mimpi semalam tadi atau sesubuh tadi
Pagi sudah mengetuk di pintu kamar.

0 komentar:

Posting Komentar