Dari beberapa sumber, ada beberapa hal
yang menjadi dasar dalam memilih entry kamus. Dalam tulisan ini tidak akan saya
jelaskan kesemuanya karena memang saya tidak tahu semua dasarnya.
Langsung saja, beberapa kata seperti walks, walking, dan heads yang merupakan hasil proses pembentukan kata (dalam hal ini
infleksi) yang tidak perlu dimasukkan ke dalam kamus dengan pertimbangan bahwa
makna dari kata tersebut sudah diketahui cukup dengan menyediakan base-nya saja yaitu walk dan head. Pengguna
kamus sudah pasti dapat mengetahui apa makna dari kata walks, walking, dan heads cukup
dengan pengertian itu. Penyusun kamus menyadari pengetahuan sudah dimiliki
pembaca ini sehingga mereka tidak perlu susah-susah menyediakan entry baru
untuk kata-kata tersebut (pasti kamus jadi tebal kalau dimasukkan semua kata
hasil infleksinya?
Tetapi ternyata tidak semua kata hasil
dari infleksi itu bisa di prediksikan maknanya sehingga tidak perlu dimasukkan
dalam kamus. Dalam bahasa inggris, menurut Prof. Harianto selalu ada
irregularities, dalam hal ini bentuk irregular juga menjadi pertimbangan bagi
penyusun kamus. Misalnya, bentuk plural untuk tooth, child, dan man yaitu
teeth, children, dan men bisa ditemukan dalam kamus dan
memiliki entry yang terpisah dari base atau rootnya.
Berikutnya adalah persoalan compound word, penyusun kamus menyadari
bahwa bebrapa kata bergabung membentuk kata majemuk yang masing-masing kata itu
memberikan sumbangan makna terhadap pembentukan kata baru. Oleh karena itu
terkadang kita menemukan kata seperti photographer
dalam kamus dan tidak hanya ada kata photo dan graph saja.
Penyusun kamus juga menyadari adanya
idiom. Untuk kamus-kamus yang secara serius memandang semantic idiosyncrasy
(keistimewaan/keunikan) sebagai hal yang penting. Terkadang idiom seperti keep tabs on yang berarti ‘memperhatikan
dengan cermat’ juga akan dimasukkan dalam kamus walaupun mungkin akan berada
satu entry dengan kata tab.
Hal lain yang juga menjadi
pertimbangan adalah adanya bentuk polysemy
dan homonymy. Sebagai contoh kata bank yang berarti ‘tempat menyimpan
uang” dan kata bank yang berarti
“bagian sungai’ yang merupakan homonim memiliki entry yang berbeda karena
keduanya memiliki makna yang jauh sekali berbeda. Biasanya di dalam kamus di
tulis bank1 dan bank2.
Sebaliknya kata head yang berarti ‘bagian tubuh’ dan head yang berarti ‘kepala perusahaan, atau organisais, atau
lembaga’ yang merupakan polisemi cuman memiliki satu entry saja. Menurut para
ahli bahasa kata head yang berarti
‘kepala perusahaan’ berasal dari kata head
yang berarti ‘bagian tubuh’. Seperti kalau kita membuat analogy. Jadi
terkadang penyusun kamus membuat entry bedasarkan etymology-nya (asal katanya).
Tetapi menggunakan asal kata sebagai
bahan acuan pun ternyata bukan menjadi satu-satunya dasar. Karena beberapa kata
seperti pupil yang bisa berarti
‘bagian mata’ dan pupil yang berarti
‘murid’ berasal dari kata yang sama secara historis namun sekarang memilki
makna yang jauh sekali berbeda oleh karena itu memiliki entry berbeda pula.
Ternyata tugas menyusun kamus bukan
pekerjaan gampang. Ada yang tertarik? J
References:
Kreidler, C.1998.Introducing English Semantics.London:Routledge
Carstaris, A & Mc
Carthy.2002. An Introduction to English Morphology: Words and Their Strucutre.
Edinburgh: Edinburgh University Press Ltd.
Booij, G.2007.The Gramar ofWords: an Introduction to Linguistic Morphology.New
York: Oxford university press inc.

0 komentar:
Posting Komentar