Senin, 24 November 2014

Bagaimana Entry pada Kamus Dipilih dan Dimasukkan

Pernah tidak terbersit dalam pikiranmu bagaimana kata dalam kamus itu dipilih dan dimasukkan? Kita bisa dengan mudah menemukan kata walk, head, dan sit, tetapi tidak pernah kita temukan kata( semestinya lexeme, untuk sementara saya menggunakan istilah kata saja) walking, walks ,dan heads. Kenapa hal seperti ini terjadi? 
Dari beberapa sumber, ada beberapa hal yang menjadi dasar dalam memilih entry kamus. Dalam tulisan ini tidak akan saya jelaskan kesemuanya karena memang saya tidak tahu semua dasarnya. 

Langsung saja, beberapa kata seperti walks, walking, dan heads yang merupakan hasil proses pembentukan kata (dalam hal ini infleksi) yang tidak perlu dimasukkan ke dalam kamus dengan pertimbangan bahwa makna dari kata tersebut sudah diketahui cukup dengan menyediakan base-nya saja yaitu walk dan head. Pengguna kamus sudah pasti dapat mengetahui apa makna dari kata walks, walking, dan heads cukup dengan pengertian itu. Penyusun kamus menyadari pengetahuan sudah dimiliki pembaca ini sehingga mereka tidak perlu susah-susah menyediakan entry baru untuk kata-kata tersebut (pasti kamus jadi tebal kalau dimasukkan semua kata hasil infleksinya? 

Tetapi ternyata tidak semua kata hasil dari infleksi itu bisa di prediksikan maknanya sehingga tidak perlu dimasukkan dalam kamus. Dalam bahasa inggris, menurut Prof. Harianto selalu ada irregularities, dalam hal ini bentuk irregular juga menjadi pertimbangan bagi penyusun kamus. Misalnya, bentuk plural untuk tooth, child, dan man yaitu teeth, children, dan men bisa ditemukan dalam kamus dan memiliki entry yang terpisah dari base atau rootnya. 

Berikutnya adalah persoalan compound word, penyusun kamus menyadari bahwa bebrapa kata bergabung membentuk kata majemuk yang masing-masing kata itu memberikan sumbangan makna terhadap pembentukan kata baru. Oleh karena itu terkadang kita menemukan kata seperti photographer dalam kamus dan tidak hanya ada kata photo dan graph saja. 

Penyusun kamus juga menyadari adanya idiom. Untuk kamus-kamus yang secara serius memandang semantic idiosyncrasy (keistimewaan/keunikan) sebagai hal yang penting. Terkadang idiom seperti keep tabs on yang berarti ‘memperhatikan dengan cermat’ juga akan dimasukkan dalam kamus walaupun mungkin akan berada satu entry dengan kata tab. 

Hal lain yang juga menjadi pertimbangan adalah adanya bentuk polysemy dan homonymy. Sebagai contoh kata bank yang berarti ‘tempat menyimpan uang” dan kata bank yang berarti “bagian sungai’ yang merupakan homonim memiliki entry yang berbeda karena keduanya memiliki makna yang jauh sekali berbeda. Biasanya di dalam kamus di tulis bank1 dan bank2

Sebaliknya kata head yang berarti ‘bagian tubuh’ dan head yang berarti ‘kepala perusahaan, atau organisais, atau lembaga’ yang merupakan polisemi cuman memiliki satu entry saja. Menurut para ahli bahasa kata head yang berarti ‘kepala perusahaan’ berasal dari kata head yang berarti ‘bagian tubuh’. Seperti kalau kita membuat analogy. Jadi terkadang penyusun kamus membuat entry bedasarkan etymology-nya (asal katanya).

Tetapi menggunakan asal kata sebagai bahan acuan pun ternyata bukan menjadi satu-satunya dasar. Karena beberapa kata seperti pupil yang bisa berarti ‘bagian mata’ dan pupil yang berarti ‘murid’ berasal dari kata yang sama secara historis namun sekarang memilki makna yang jauh sekali berbeda oleh karena itu memiliki entry berbeda pula.

Ternyata tugas menyusun kamus bukan pekerjaan gampang. Ada yang tertarik? J

References:
Kreidler, C.1998.Introducing English Semantics.London:Routledge

Carstaris, A & Mc Carthy.2002.  An Introduction to English Morphology: Words and Their Strucutre. Edinburgh: Edinburgh University Press Ltd. 

Booij, G.2007.The Gramar ofWords: an Introduction to Linguistic Morphology.New York: Oxford university press inc.

0 komentar:

Posting Komentar