Pemilihan judul diatas sengaja memakai
dua judul yang pertama “Melampaui Baik dan Buruk” berjudul sama dengan buku
karangan Nietzsche namun tidak ada hubungannya sama sekali selain judul, dan
judul kedua Selamat hari pendidikan nasional
untuk menyambut hari pendidikan nasional yang ditetapkan pemerintah
jatuh pada tanggal 25 november.
Mengenai judul pertama, banyak yang
merasa wajah pendidikan indoneisa masih sangat jauh dari layak apalagi
membanggakan. Headline Koran-koran lokal beberapa hari ini membahas demonstrasi
menyangkut pencambutan subsisid bbm berujung vandalis antara mahasiswa melawan
aparat penegak hukum, prof. yang kedapatan pesta sabu dengan mahasiswi, kasus
korupsi kampus sampai permasalahan dosen plagiat, dan masih banyk lagi daftar
panjang catatan hitam wajah pendidikan Indonesia.
Saya menganggap kita terlalu sering
melihat segala sesuatu dalam wilayah baik
melawan buruk, etis melawan tidak etis, bermoral melawan tidak bermoral,
putih melawan hitam. Bagi saya, sebuah permasalahan memiliki banyk sekali
dimensi-dimensi yang begitu luas. Tengok saja persoalan demonstrasi bbm. Penafsiran
mahasiswa, mantan mahasiswa, masayarakat umum, jurnalis, birokrasi, pemerintah,
dan banyak elemen- elemen lain di masyarakat pastilah bebeda. Saya merasa tidak
perlu membahas masing-masing penafsiran tersebut. Hal yang ingin saya tekankan
adalah bagaimana baik dan buruk bukan sesuatu yang bisa dipastikan. Tidak ada
sebuah set perangkat lengkap berisi kriteria baik dan buruk.
Jika, tujuan pendidikan adalah
memanusiakan manusia. Pertanyaannya adalah standar manusia yang mana yang akan
dipakai? Saya memahami ki hajar dewantara memiliki standar kapan sesorang
dikatakan manusia dan pendidikan semestinya mampu menghadirkan manusia tersebut.
Berkaitan dengan tujuan pendidikan ini,
kencenderungan untuk menilai sesuatu menjadi kalau bukan baik pasti buruk
dan/atau sebaliknya perlu dikaji kembali. Dunia pendidikan memilki dimensi yang
begitu luas sehingga jika kita mengevaluasi tingkat keberhasilan pendidikan
Indonesia tidak cukup hanya dengan clausa Sudah
baik atau Masih buruk. Apakah
pendidikan sudah menciptakan manusia? Jawabannya menjadi tidak pasti, apakah
mereka yang sering turun ke jalan melakukan demonstrasi adalah produk
pendidikan yang gagal? apakah ketika mahasiswa terus melakukan demonstrasi
lantas guru-guru dan dosen mereka gagal mendidik? Saya tidak akan menjawab
demikian. Yang paling penting janganlah kita larut dalam euphoria menilai baik
dan buruk lalu mencari kambing hitam untuk dipersalahkan terus menerus.

0 komentar:
Posting Komentar