Wahai orang-orang yang dibungkam pemimpin-pemimpin rakus
Apimu
telah padam karena tidak diberi makan
Matamu
sayup
Mukamu
pucat, kamu sakit
Kamu
terus-terus saja menundukkan kepala
Mengibaskan
ekormu pada majikan yang salah
Menjilati
kaki-kaki yang sudah menginjak-injak harga dirimu
Tumbal
telah diberikan
Persembahan
telah di ajukan
Perjanjian
pun dibatalkan
Harga
dirimu telah mati dan dinjak-injak di rumah sendiri
Kamupun
terpincang akibat pertempuran sebelumnya
Pertempuran
yang sia-sia dan meminta tumbal yang luar biasa
Berujung
pada hancurnya hirarki kekuasaan yang pernah jaya begitu lama
Mengais-ngais
dan hidup di atas sisa-sisanya
Matamu
yang semakin sayup
Mukamu
yang semakin redup
Satu-satu
kawan seperjuanganmu pun pergi
Hal
itu pun dimaklumi
Siapa
yang mau tinggal di rumah yang dikuasai penindas
Penerusmu
pun gugur sebelum dilahirkan
Mereka
durhaka, kafir, tak berdosa, mati sia-sia
kamu
pun menjadi nelangsa
tidak
berdaya
terkungkung
oleh kebebasan yang semu dan maya
kita
telah benar-benar musnah
(Kala
hujan, 23/12/2013)

0 komentar:
Posting Komentar